SLEMAN -- PSS Sleman menjalani laga uji coba melawan Persita Tangerang di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (15/8) sore. Laga uji tanding ini menjadi bagian penting bagi Pieter Huistra bersama jajaran pelatih untuk mengukur ketahanan fisik para pemain PSS.
Pada laga kali ini, setiap pemain mendapat kesempatan bermain selama 60 menit dalam pertandingan yang berlangsung dengan format 2×45 menit ditambah 30 menit. Durasi tersebut lebih panjang dibandingkan uji tanding pertama saat PSS Sleman menjamu Kendal Tornado FC.
Menghadapi Persita yang notabene berada satu level kompetisi dengan PSS, para pemain Super Elang Jawa mampu menjaga intensitas permainan. Bagi Pieter Huistra, peningkatan fisik sekaligus daya saing tim terlihat semakin baik melalui pertandingan tersebut.
“Dalam pertandingan uji coba ini, kami selalu menetapkan target tertentu. Hal terpenting adalah semua pemain bermain selama 60 menit. Di pertandingan sebelumnya mereka bermain 45 menit, dan sekarang mereka bermain 60 menit,” ujar Pieter Huistra.
Memasuki uji tanding kedua pramusim, tim pelatih Super Elja kembali membagi para pemain ke dalam dua tim. Langkah tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan sekaligus menjaga ritme pertandingan.
Kedua tim mampu tampil kompetitif dan memperoleh pengalaman berharga dari lawan yang dihadapi.
“Kami membagi pemain menjadi dua tim, dan senang melihat kedua tim tampil kompetitif serta bermain cukup baik mengingat ini baru pertandingan kedua. Jadi, menurut saya ini adalah minggu yang baik dengan segala latihan keras yang telah dijalani, dan lawan kali ini juga memberikan pengalaman yang bagus untuk merasakan atmosfer sepak bola Super League,” tuturnya.
Kolaborasi antara pemain lama dan pemain baru juga menjadi salah satu hal positif yang terlihat sepanjang pertandingan. Chemistry yang terbangun membantu para pemain anyar beradaptasi dengan lebih cepat dalam lingkungan tim.
“Sudah terlihat jelas bahwa para pemain lama mengambil peran sebagai pemimpin, mereka membantu pemain baru beradaptasi dengan cepat dan memiliki keberanian untuk memainkan sepak bola sesuai gaya kita, hal itu sangat bagus untuk dilihat. Senang juga melihat pemain baru berusaha beradaptasi dengan sangat cepat dan kondisi fisik mereka yang sudah semakin kuat,” tegas Pieter Huistra.
Pertandingan lawan Persita berakhir imbang 1-1. PSS lebih dahulu membuka keunggulan melalui sundulan Gustavo Tocantins pada menit ke-19 setelah memanfaatkan umpan Riko Simanjuntak.
“Bagi saya, pertandingan ini bukan soal skor. Pertama-tama, mengenai kebugaran fisik para pemain dalam kondisi bagus. Kedua, agar mereka terbiasa dengan gameplan, terutama bagi pemain baru dan pemain muda,” urai pelatih kelahiran Groningen.
“Dan yang ketiga adalah mentalitas. Jangan takut, harus berani, dan cobalah bermain sesuai dengan gaya yang kita inginkan. Mereka berhasil melakukannya kali ini, jadi itu sangat bagus,” pungkasnya.