BANDUNG -- Persib Bandung dihadapkan pada tantangan besar membagi fokus di tengah padatnya agenda kompetisi musim 2026/27. Usai menuntaskan laga kandang pekan kedelapan BRI Super League 2026/27 kontra Isenmulang Kalteng FC pada Minggu (1/11) di Stadion Si Jalak Harupat, Maung Bandung langsung bersiap melakoni partai tandang ke Australia menantang Melbourne Victory di Stadion Rectangular Melbourne pada ajang AFC Champions League Two (ACL 2).
Tuntutan bertanding setiap dua hingga tiga hari sekali memaksa tim Maung Bandung menerapkan manajemen kebugaran yang realistis. Kapten Persib, Marc Klok, menegaskan bahwa strategi rotasi dan penyesuaian intensitas bermain menjadi kunci utama agar tim tetap mampu bertahan di tengah ritme kompetisi yang melelahkan.
"Ini bukan hal yang Persib main beda (antar dua kompetisi) ini hal yang kita persiapkan secara realistis. Kalau main setiap dua hingga tiga hari, anda harus mengatur level energi, harus mengatur pendekatan taktiknya dan harus bisa bertahan untuk terus bermain dalam dua hingga tiga hari," ujar Marc Klok.
Klok secara terbuka mengakui bahwa panggung ACL Two menjadi prioritas utama tim saat ini. Setelah sukses mendominasi kompetisi domestik dengan gelar juara dalam beberapa musim terakhir, Persib kini mengusung misi membawa nama harum Indonesia untuk bersaing di level tertinggi Asia.
"Jadi mungkin ACL adalah prioritas kami karena kami ingin mencapai lebih banyak hal daripada sekadar menjuarai liga selama tiga tahun terakhir. Kami ingin menjadi yang teratas di Asia," tegas gelandang bernomor punggung 23 tersebut.
Menurut Klok, membagi konsentrasi antara panggung antarklub Asia dan kompetisi BRI Super League 2026/27 menuntut pengorbanan fisik yang luar biasa. Penerbangan lintas benua berjam-jam yang disusul pertandingan liga domestik membutuhkan pengelolaan tenaga yang sangat cermat dari setiap pemain.
"Oleh karena itu, anda harus mampu mengelola dan mengontrol diri agar tidak cedera dan tetap bisa menang. Tentu saja, tetapi itu adalah pendekatan yang berbeda," urainya.