MALANG - Kekalahan Arema FC pada laga pekan ke-30 BRI Super League 2025/26 bertajuk Derbi Jatim melawan Persebaya Surabaya meninggalkan kekecewaan mendalam. Selain itu laga yang telah berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Selasa (28/4) lalu juga sebagai sinyal keras yang tidak bisa diabaikan.
Usai kekalahan telak 0-4 itu manajemen klub langsung merespon, General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi menegaskan bahwa hasil tersebut menjadi titik evaluasi menyeluruh bagi tim. Tidak ada ruang untuk menutup mata terhadap performa di lapangan harus dipertanggung jawabkan.
"Kami sangat memahami kekecewaan Aremania. Harapan besar semula ada pada laga derbi ini, sebab setelah tren positif saat melawan Persib. Namun hasilnya beda," ujar pria yang biasa disapa Inal itu.
"Untuk itu kami instruksikan secara tegas kepada tim agar empat laga tersisa harus menghasilkan poin maksimal sebagai pembuktian profesionalisme mereka," imbuhnya.
Untuk itu empat laga tersisa musim ini bukan sekadar formalitas, melainkan ajang pembuktian. Setiap poin menjadi harga mati untuk menjaga marwah klub.
Meskipun manajemen tidak menutup fakta bahwa ada sejumlah kendala teknis yang mempengaruhi performa tim. Termasuk jadwal padat yang menjadi salah satu sorotan utama.
Dimana dalam waktu berdekatan, Arema FC harus menghadapi dua laga berat melawan Persib dan Persebaya dengan tensi tinggi. Kondisi ini dinilai menguras stamina pemain secara signifikan.
Kini di tengah kekecewaan, manajemen tetap mengapresiasi sikap Aremania yang dinilai dewasa dalam menyampaikan kritik. Dukungan yang tetap terjaga menjadi energi penting bagi tim untuk bangkit.
"Kami berterima kasih kepada Aremania yang luar biasa dalam memberikan dukungan serta tetap respek dengan menyampaikan evaluasi secara elegan. Kami mengajak semua pihak untuk melihat ini murni sebagai persoalan teknis sepak bola," pungkas Yusrinal Fitriandi.