MALANG -- Selama mengarungi lima laga terakhir BRI Super League 2026/27 Arema FC tanpa kemenangan yang menyisakan permasalahan. Bukan sekadar kehilangan poin, tim juga dinilai belum mampu menunjukkan kerja sama yang solid di lapangan.
Gelandang Arema FC, Arkan Fikri, secara terbuka mengatakan jelang laga pekan ketujuh melawan Dewa United yang akan berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (25/10) sore.
Hal tersebut menjadi sorotan karena dia mengaitkan penurunan kualitas kerja sama tim dengan pendekatan yang diterapkan dalam sesi latihan sebelumnya. Meskipun sejak bergulirnya kompetisi, Arema FC mengawali musim dengan kemenangan, tetapi gagal menjaga momentum. Tim mengalami tiga hasil imbang dan dua kekalahan.
"Ya, karena menurut saya memang seharusnya kita dilatih dan kita bawa buat main teamwork, buat main kerja sama. Tapi karena di latihan kita tidak ditekankan buat itu, jadi itu bisa kebawa buat di pertandingan," tutur pemain Timnas Indonesia itu.
Untuk itu selama masa persiapan menjelang laga, hubungan antara proses latihan dan penerapannya dalam pertandingan. Ketika koordinasi tidak berjalan baik, kemampuan individu pemain berpotensi tidak menghasilkan permainan kolektif yang efektif.
Sehingga pergantian pelatih pun membuka kesempatan bagi Arema FC untuk memperbaiki persoalan tersebut. Kehadiran Andre Caldas sebagai pelatih interim membawa harapan baru di ruang ganti.
Meski waktu persiapan relatif singkat, ia mengaku para pemain mulai memahami pendekatan yang diinginkan pelatih baru mereka. "Sekarang bersama Coach Andre, mungkin seperti dia bilang tadi, ada perbedaan, mungkin di fight, mungkin di spirit gitu," kata Arkhan Fikri.
"Jadi, ya lihat kita akan kasih permaianan berbeda, karena waktu juga masih singkat tapi kita tahu apa yang dia mau, dan semua pemain juga mengerti apa yang dia mau. Kita lihat akan buktikan ke Aremania, kita bisa ambil tiga poin," pungkasnya.