BEKASI – PSPS Pekanbaru U19 harus menelan pil pahit pada pekan kelima Elite Pro Academy (EPA) Championship U19. Bertanding di Lapangan 2 Akademi Sepak bola Garudayaksa, Bekasi, pada Rabu (15/4) siang, tim asuhan Roffy Wikongsinarjo kalah tipis 1-0 dari Sumsel United U19.
Meski sempat memberikan perlawanan sengit, gawang PSPS U19 bobol oleh aksi pemain Sumsel United U19, Rifki Sinung Prasetyo, pada menit ke-51 yang menjadi salah satu penentu hasil laga.
Usai pertandingan, pelatih kepala PSPS U19, Roffy Wikongsinarjo, mengungkapkan bahwa kekalahan ini tidak terlepas dari kondisi skuat yang pincang. Beberapa pemain pilar terpaksa absen karena alasan disiplin pertandingan maupun pendidikan.
"Ya tetap kita proses, terus kita evaluasi karena ini memang pembinaan. Mereka pemain akademi kita sendiri yang utama. Ada beberapa pemain kunci yang absen karena akumulasi kartu," ujar Roffy.
Selain faktor kartu, ia juga menjelaskan adanya rotasi besar-besaran karena beberapa pemain sedang fokus menghadapi ujian sekolah. "Pemain yang kita daftarkan ada yang ujian karena sudah kelas 3. Tapi yang penting adalah memberi panggung pembinaan buat mereka bertanding," tambahnya.
Meski mengedepankan aspek pembinaan, Roffy tidak menutup mata terhadap performa anak asuhnya di lapangan. Ia mencatat banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus segera dibenahi, terutama pada teknik dasar sepak bola.
Kekalahan ini memang menyulitkan posisi PSPS Pekanbaru U19, namun peluang untuk lolos ke seri berikutnya secara matematis masih terbuka. Bagi Roffy, hasil akhir bukanlah satu-satunya parameter keberhasilan di level usia muda.
"Walaupun peluang ada atau tidak ada, kita harus tetap menjaga motivasi dan semangat mereka. Karena tujuan (karier) mereka kan bukan berhenti di sini saja," pungkasnya optimistis.
Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi penting bagi tim "Askar Bertuah Muda" sebelum menatap laga-laga selanjutnya dalam lanjutan EPA Championship U19 2026.