BEKASI – Pil pahit harus ditelan Sriwijaya FC U19 dalam lanjutan pekan ketujuh Elite Pro Academy (EPA) Championship U19 Grup D. Sempat memimpin dua gol, Laskar Wong Kito Muda justru harus menyerah 2-3 dari Deltras FC U19 di Lapangan 2 Akademi Sepak bola Garudayaksa, Bekasi, Kamis (23/4).
Kekalahan dramatis ini sekaligus memastikan langkah Sriwijaya FC U19 terhenti, karena peluang mereka untuk melaju ke babak 8 besar resmi sirna setelah tertahan di peringkat bawah dengan koleksi 4 poin.
Sriwijaya FC U19 sebenarnya memulai laga dengan sangat meyakinkan. Dalam kurun waktu 20 menit awal, mereka sudah unggul dua gol melalui Yohanes Kristian Tambunan (16') dan Lionel Ramadhan Ali (20')
Namun, keunggulan tersebut perlahan sirna di babak kedua setelah Deltras U19 membalas lewat aksi Muchammad Bayu (63'), penalti Faizal Rahmad (81'), dan gol penentu Muhammad Yazid di pengujung laga (90').
Pelatih Sriwijaya FC U19, Bblitz Tarigan, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya usai laga. Ia menilai anak asuhnya kehilangan fokus setelah merasa aman dengan keunggulan dua gol.
"Kami mengawali pertandingan dengan sangat baik, sesuai rencana. Tapi sepak bola adalah permainan 90 menit. Di babak kedua, koordinasi lini belakang longgar dan anak-anak kehilangan konsentrasi di menit-menit krusial," ujar Bblitz Tarigan.
Bblitz secara khusus menyoroti gol penalti dan gol di menit ke-90 yang meruntuhkan mental timnya.
"Sangat menyakitkan kalah dengan cara seperti ini. Gol di menit terakhir itu membuktikan bahwa aspek psikologis dan daya tahan mental pemain kami masih perlu banyak evaluasi," tambahnya.
Dengan hasil ini, Sriwijaya FC U19 dipastikan tidak bisa lagi mengejar posisi dua besar untuk lolos ke fase berikutnya. Bblitz pun meminta maaf kepada para pendukung karena gagal membawa tim melangkah lebih jauh.