BEKASI – Langkah Persekat Tegal U19 untuk melaju ke babak berikutnya dalam ajang Elite Pro Academy (EPA) Championship U19 menemui jalan terjal. Bertanding di Lapangan 1 Akademi Sepak bola Garudayaksa, Bekasi, Kamis (23/4), Laskar Ki Gede Sebayu Muda harus menyerah tipis dari Kendal Tornado FC U19.
Gol tunggal kemenangan Kendal Tornado U19 dicetak oleh Naufal Nabil Ishak pada menit ke-83, yang sekaligus mengunci skor menjadi 1-0 hingga peluit panjang dibunyikan.
Ditemui usai pertandingan pekan ketujuh tersebut, pelatih kepala Persekat U19, Nazal Mustofa, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Menurutnya, anak asuhnya kehilangan konsentrasi di menit-menit krusial yang berujung pada gol lawan.
"Secara permainan kami mengimbangi, tapi sepak bola adalah soal fokus hingga detik terakhir. Gol di menit ke-83 itu murni karena kelengahan lini belakang kami dalam mengantisipasi pergerakan lawan," ujar Nazal.
Kekalahan ini membuat posisi Persekat U19 di klasemen semakin sulit. Saat ini, mereka baru mengoleksi 4 poin, sebuah angka yang membuat ambisi lolos ke fase selanjutnya menjadi sangat berat.
Nazal mengakui bahwa secara matematis, peluang timnya memang sangat tipis, namun ia menegaskan enggan menyerah begitu saja.
"Peluang lolos memang makin tipis dengan koleksi poin yang sekarang. Namun, saya minta pemain tidak patah semangat. Sisa laga yang ada akan kami jadikan ajang pembuktian mental. Kami akan tetap berjuang maksimal demi harga diri tim," tambahnya dengan tegas.
Selain faktor konsentrasi di lini belakang, penyelesaian akhir kembali menjadi sorotan sang pelatih. Sepanjang pertandingan, Persekat U19 sebenarnya memiliki beberapa peluang emas yang gagal dikonversi menjadi gol.
Nazal berencana melakukan rotasi dan evaluasi menyeluruh sebelum melakoni laga berikutnya untuk setidaknya memperbaiki posisi di klasemen akhir grup.