Dihajar Persiku U19, Aksanul Viddin Sesalkan Kartu Merah di Akhir Babak Pertama

Dihajar Persiku U19, Aksanul Viddin Sesalkan Kartu Merah di Akhir Babak Pertama

23 April 2026

EPA CHAMPIONSHIP U19 2026 PERSELA LAMONGAN U19

BEKASI – Persela Lamongan U19 harus menelan hasil memilukan dalam lanjutan pekan ke-7 Elite Pro Academy (EPA) Championship U19. Bertanding di Lapangan 1 Akademi Sepak bola Garudayaksa, Bekasi, Rabu (22/4), skuat Laskar Joko Tingkir Muda takluk dengan skor telak 0-5 dari Persiku Kudus U19.

Gawang Persela U19 menjadi bulan-bulanan penyerang Persiku U19, Muhammad Bagus Pradana, yang mencetak tiga gol (14', 33', 61'). Dua gol penutup dari Clynton Awan Berlian (86') dan Muhammad Al-Farrel (90') semakin memperdalam luka tim asal Jawa Timur tersebut.

Pelatih kepala Persela U19, Aksanul Viddin, mengakui bahwa jalannya pertandingan berubah drastis setelah insiden kartu merah yang menimpa Rakha Hanung. Rakha harus mandi lebih cepat setelah menerima kartu kuning kedua pada masa injury time babak pertama (45+1).

"Sangat sulit menerima hasil ini. Kami sudah tertinggal dua gol di babak pertama, dan kartu merah Rakha Hanung di menit-menit akhir babak tersebut benar-benar meruntuhkan rencana kebangkitan kami. Bermain dengan 10 orang melawan tim sekuat Persiku U19 sangatlah berat," ujar Aksanul usai laga.

Aksanul menyoroti kedisiplinan dan emosi para pemain mudanya yang dinilai masih labil. Menurutnya, pelanggaran yang berujung kartu merah seharusnya tidak perlu terjadi jika pemain mampu menjaga ketenangan di tengah tekanan lawan.

"Ini adalah pelajaran yang sangat mahal bagi para pemain. Di kompetisi level tinggi seperti EPA, kedisiplinan adalah kunci. Kehilangan satu pemain berarti memberikan lawan ruang yang sangat luas, dan itulah yang dimanfaatkan Persiku U19 untuk menambah tiga gol lagi di babak kedua," tambahnya dengan nada kecewa.

Kebobolan lima gol dalam satu pertandingan menjadi catatan hitam bagi lini pertahanan Persela U19. Aksanul menegaskan akan melakukan evaluasi total, terutama dalam mengantisipasi serangan balik dan koordinasi saat menghadapi situasi bola mati.

"Kami meminta maaf kepada para pendukung karena hasil yang tidak memuaskan ini. Kami akan pulang dan melakukan evaluasi total. Pertahanan kami sangat rapuh hari ini, dan koordinasi antar lini benar-benar terputus. Kami harus segera bangkit karena laga berikutnya sudah menanti," pungkas Aksanul.

Kekalahan telak ini memaksa Persela Lamongan U19 untuk segera melakukan pembenahan besar-besaran demi mengembalikan mentalitas bertanding tim di pekan-pekan mendatang.