Borneo FC Alihkan Fokus ke AFC Challenge League 2026/27

Borneo FC Alihkan Fokus ke AFC Challenge League 2026/27

14 Oktober 2026

BRI SUPER LEAGUE 2026-27 BORNEO FC SAMARINDA

SAMARINDA -- Borneo FC Samarinda resmi mendapatkan libur tanding di pekan kelima BRI Super League 2026/27 demi mengalihkan fokus sepenuhnya ke kancah Asia. Langkah ini diambil agar Pesut Etam dapat mempersiapkan diri secara maksimal dalam mengarungi babak penyisihan AFC Challenge League (ACGL) 2026/27.

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah menunjuk Borneo FC Samarinda sebagai tuan rumah Grup D. Seluruh rangkaian pertandingan di grup ini dijadwalkan berlangsung secara terpusat di Stadion Segiri, Samarinda, pada 18–24 Oktober 2026.

Di Grup D, Pesut Etam akan bersaing dengan One Taguig FC dari Filipina, Tainan City FC dari Taiwan, serta Yangon United FC dari Myanmar. Sebelumnya Pesut Etam sudah bertanding lebih dahulu pada pekan kelima BRI Super League 2026/27 melawan Dewa United Banten FC pada pertengahan September lalu sayangnya mereka kalah 1-3 di Stadion Segiri, Samarinda.

Menanggapi tantangan besar ini, Pelatih Kepala Borneo FC Samarinda, Mauro Jeronimo, menekankan pentingnya fokus pada proses persiapan tim. Ia menilai tiga laga intensif di fase grup ini akan menjadi kunci utama dalam mengarungi kompetisi internasional.

"Menurut saya kita harus memainkan tiga pertandingan pertama. Terlepas dari lawannya, kita harus mempersiapkan diri dengan baik. Kami bermain di Samarinda, jadi kami harus bermain di depan para penggemar kami, dan kami sangat termotivasi untuk memainkan pertandingan internasional ini," ujar Mauro Jeronimo beberapa waktu lalu.

Pelatih asal Portugal tersebut memilih bersikap realistis dan menghormati setiap calon musuh dengan tidak gegabah menilai kekuatan mereka.

"Namun pada kenyataannya, saya tidak ingin mengomentari lawan-lawannya karena saya tidak mengenal mereka. Saya harus mempelajarinya terlebih dahulu untuk memberikan pendapat. Namun saya yakin dalam sepak bola tidak ada pertandingan yang mudah. Kita harus rendah hati, kita harus bekerja keras agar bisa tampil baik dalam pertandingan tersebut," tutur Mauro menambahkan.

Meski waspada, Jeronimo juga menyoroti keuntungan psikologis dan teknis yang didapat timnya dari status tuan rumah. Kehadiran dan dukungan langsung dari suporter di Stadion Segiri diproyeksikan menjadi faktor krusial penambah daya juang tim di atas lapangan.

"Faktanya kita bermain di rumah. Kami berharap dapat bermain dengan 12 pemain. Jumlahnya 11, ditambah dengan jumlah penggemar. Dan saya pikir ini akan memberi kita kekuatan besar untuk permainan dan daya maksimum. Dan bersama para penggemar kami, baik di saat-saat baik maupun buruk, seperti yang selalu saya katakan, kita akan selalu lebih kuat," pungkasnya optimis.