MALANG - Pelatih Madura United FC Carlos Eduardo Biasi Parreira meyakini tim berjuluk Laskar Sape Kerrab akan segera mengakhiri tren negatif. Momentum tersebut ditargetkan saat menantang Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa sore (23/12).
Madura United dalam kondisi kurang baik. Selama dilatih Carlos Parreira, tim dengan kostum loreng merah putih ini menelan kekalahan seperti tumbang di kandang Borneo FC Samarinda 1-0, dan dipermalukan Persib Bandung 1-4.
Pelatih berkebangsaan Brasil itu menerangkan, sejatinya Luis Marselo Morais dos Reis alias Lulinha cs telah bermain baik saat lawan Borneo FC, namun tetap meraih hasil baik. Berbeda saat berhadapan dengan Maung Bandung, dia mengakui timnya bermain kurang baik.
Pada jeda kompetisi BRI Super League 2025/26, Carlos Parreira telah melakukan sejumlah perubahan dan penyesuaian terhadap gaya main yang dia terapkan di tim. Hal itu mendorong keyakinannya untuk membawa pulang tiga poin.
"Persiapan sangat baik. Kami punya waktu untuk menyesuaikan banyak aspek di tim. Kami sedang meningkatkan cara kami bermain. Kami butuh waktu. Tapi sejauh ini, tim lebih baik daripada permainan kami pada laga terakhir," ujarnya.
"Beberapa pemain kami kembali ke tim. Kami menyesuaikan gagasan bermain, dan saya percaya, kami akan lebih baik. Kami tahu tahu kami butuh menang, kami butuh dapatkan beberapa poin di panggung ini. Saya percaya besok [hari ini] kami selesaikan situasi ini," tambah Carlos Parreira.
Posisi Madura United masih sangat mengkhawatirkan jelang putaran pertama berakhir. Tim ini dekat dengan zona merah dengan menempati posisi 14 dari 13 pertandingan, yang dimainkan, karena hanya bisa mengemas 13 poin.
Laskar Sape Kerrab hanya unggul tiga poin dari tim teratas, yang berada di zona degradasi, Semen Padang FC, yang baru menundukkan Persija Jakarta di hadapan publiknya sendiri.