BEKASI – Pelatih PS Barito Putera U19, Dedeyan Surdani, melayangkan pujian setinggi langit atas karakter pantang menyerah yang ditunjukkan anak asuhnya. Dalam laga perdana putaran kedua Elite Pro Academy (EPA) Championship U19 Grup B di Lapangan 2 Akademi Sepak bola Garudayaksa, Sabtu (18/4), Laskar Antasari Muda sukses memaksakan hasil imbang 2-2 kontra Persela Lamongan U19.
Sempat unggul lewat Mohammad Gibran Taufik (45'), Barito Putera U19 sempat berada di ujung tanduk setelah Persela U19 membalikkan kedudukan menjadi 2-1 hingga menit ke-81. Namun, determinasi tinggi membuat Korneles Howay berhasil menyamakan skor pada menit ke-85.
Bagi Dedeyan Surdani, hasil imbang ini lebih dari sekadar satu poin. Ia melihat ada perkembangan mental yang signifikan pada skuatnya, terutama saat menghadapi situasi tertinggal di menit-menit krusial.
"Saya katakan kepada pemain, pertandingan belum usai sebelum wasit meniup peluit panjang. Hari ini mereka membuktikan mentalitas 'Waja Sampai Kaputing'. Meski sempat berbalik tertinggal di menit ke-81, mereka tidak down dan terus berjuang hingga gol penyeimbang lahir," ujar Dedeyan Surdani dengan bangga.
Meski puas dengan semangat juang tim, Coach Dedeyan tetap memberikan catatan kritis terkait organisasi pertahanan yang sempat lengah di awal babak kedua dan menjelang akhir laga.
"Kami sempat kehilangan fokus di awal babak kedua sehingga lawan bisa menyamakan kedudukan dengan cepat. Ini pelajaran penting bahwa di putaran kedua, intensitas lawan jauh lebih tinggi. Kami harus lebih disiplin dalam transisi bertahan agar keunggulan yang sudah didapat tidak hilang begitu saja," tambahnya.
Kini, Dedeyan fokus mempersiapkan tim untuk laga berikutnya guna menjaga persaingan di papan atas Grup B.