JAKARTA -- Bek anyar Persija Jakarta, Denis Kolinger, tengah menjalani pekan pertamanya dalam rangkaian persiapan tim menuju musim 2026/27. Adaptasi berjalan mulus, baik di dalam maupun di luar lapangan sehingga jadi awal yang positif.
Sejak bergabung dalam sesi latihan di Persija Training Ground, Denis mulai menyatu dengan ritme latihan, tuntutan fisik, serta atmosfer tim yang kini berada di bawah arahan pelatih Shin Tae-yong. Meski baru menjalani beberapa hari bersama rekan-rekan setimnya, ia merasakan proses adaptasi berlangsung lebih cepat dari yang dibayangkan.
"Latihan berjalan sangat baik setiap hari. Sekarang kami sudah memiliki rutinitas harian. Kami memulainya dengan intensitas yang lebih ringan dan saya rasa setiap hari akan semakin berat. Saya berharap kami siap menyambut awal musim," ujar Denis.
Bagi pemain berpostur 199 sentimeter itu, peningkatan intensitas latihan merupakan bagian penting dalam membangun fondasi tim. Persiapan yang matang diyakininya akan menjadi bekal berharga untuk menghadapi panjangnya kompetisi sepanjang musim.
Tak hanya beradaptasi dengan latihan, Denis pun mengaku tidak menemui kendala berarti dengan cuaca Jakarta yang kerap dianggap menjadi tantangan bagi pemain-pemain asal Eropa. Menurutnya, suhu Jakarta tidak jauh berbeda dengan yang biasa ia rasakan di Zagreb, Kroasia.
Bahkan, pada waktu-waktu tertentu, suhu di Zagreb dapat lebih tinggi dibandingkan Jakarta. Karena itu, ia optimistis cuaca bukanlah hambatan dalam proses adaptasinya.
"Sejujurnya, di negara saya cuacanya tidak terlalu berbeda dengan di Jakarta. Saya tinggal di Zagreb dan di sana juga sangat panas, bahkan terkadang lebih panas daripada di sini, bisa mencapai 37 derajat. Jadi, saya rasa saya bisa beradaptasi dengan cuaca di sini dengan sangat cepat," kata Denis.
Di sisi lain, bek berusia 32 tahun itu juga mengapresiasi metode kepelatihan Shin Tae-yong selama pekan pertama persiapan tim. Menurutnya, pelatih asal Korea Selatan tersebut mampu menjaga keseimbangan antara kedisiplinan dan suasana positif di dalam tim.
"Saya pikir pelatih sangat profesional, itulah yang saya sukai. Dia ingin kami serius saat latihan, itu hal yang normal. Ketika kami bercanda, kami bercanda. Tetapi ketika kami bekerja, kami benar-benar bekerja," tutur Denis.