SURABAYA – Dewa United Banten FC bersiap menghadapi tantangan besar saat bertandang ke markas Persebaya Surabaya. Laga tersebut akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, dalam lanjutan pekan 19 BRI Super League 2025/26, Minggu (1/2) malam.
Menjelang laga tersebut, pelatih kepala Dewa United, Jan Olde Riekerink, menyampaikan pandangannya dalam sesi Pre-Match Press Conference yang digelar di Ruang Konferensi Pers Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (31/1) malam.
Jan menilai Persebaya tengah berada dalam performa yang impresif. Catatan positif yang diraih tim tuan rumah dalam beberapa pertandingan terakhir menjadi perhatian serius bagi skuat Banten Warriors.
“Saya pikir ketika Anda melawan Persebaya, terutama di momen ini, mereka memiliki hasil yang sangat bagus dalam beberapa laga terakhir. Mereka tidak terkalahkan dan saya rasa dalam empat pertandingan terakhir mereka selalu menang,” ujar Jan Olde.
Dengan tren tersebut, ia menegaskan bahwa laga di GBT akan menjadi ujian berat bagi timnya. Namun demikian, pelatih asal Belanda itu menekankan bahwa Dewa United datang dengan keyakinan atas perkembangan yang telah dibangun dalam beberapa musim terakhir.
“Bagi kami, ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Namun setidaknya kami tahu siapa diri kami sesungguhnya. Saya pikir kami sudah bermain lebih baik dibandingkan saat kami memulainya. Proses ini membutuhkan waktu, setidaknya dalam tiga tahun terakhir,” lanjutnya.
Lebih jauh, pelatih pemegang lisensi UEFA Pro ini juga menyoroti pentingnya konsistensi dalam membangun identitas permainan. Ia menegaskan bahwa Dewa United kini perlahan semakin matang dalam menerapkan filosofi bermain yang diinginkan.
“Secara perlahan kami bisa bermain dengan identitas kami. Ada banyak cara untuk bermain sepak bola. Anda bisa membangun serangan dari kiper, atau langsung mengirim umpan panjang ke depan. Namun kami ingin mencoba memainkan sepak bola yang terkadang membutuhkan waktu lebih, dengan proses yang jelas,” jelasnya.
Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi fondasi penting bagi Dewa United untuk menghadapi tim-tim besar, termasuk Persebaya yang tengah dalam tren positif.
Karena itu, ia menilai laga di Surabaya bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan juga menjadi tolok ukur sejauh mana identitas dan karakter Dewa United telah terbentuk.