Disiplin Tinggi di Garudayaksa FC, Kisah Unik, hingga Sosok Idola Theo Fillo Numberi

Disiplin Tinggi di Garudayaksa FC, Kisah Unik, hingga Sosok Idola Theo Fillo Numberi

3 Oktober 2026

BRI SUPER LEAGUE 2026-27 GARUDAYAKSA FC

JAKARTA -- Ada cerita menarik di balik keseharian para pemain muda Garudayaksa FC yang tampil di BRI Super League 2026/27. Gelandang muda berbakat, Theo Fillo Numberi, baru-baru ini membagikan berbagai kisah menarik mulai dari ketatnya aturan kedisiplinan di tim, sisi usil para pemain, hingga pemain bintang dunia yang menjadi panutannya di lapangan hijau.

Dalam sesi interview, Theo mengungkapkan perbedaan mencolok mengenai rutinitas sebelum berlatih. Jika di tempat lain para pemain diwajibkan hadir di lapangan 30 menit sebelum sesi latihan dimulai, standar tersebut jauh lebih ketat di Garudayaksa FC.

"Kalau di Dewa United, kita sebelum latihan 30 menit harus di lapangan, beda kalau di Garudayaksa FC, sejam sebelum latihan itu sudah harus di lapangan," ujar Theo.

Aturan ketat ini tampaknya membentuk karakter pemain yang disiplin tinggi, sesuatu yang sangat krusial bagi perkembangan pesepak bola profesional muda di Indonesia.

Di balik kerasnya latihan, suasana kekeluargaan dan canda tawa tetap mewarnai hari-hari Theo bersama rekan setimnya. Pemain bernomor punggung ini menyebutkan beberapa nama pemain yang dikenal paling usil dan suka menjahili rekan-rekan lain, seperti Kak Bagas, Wahyu Siran, Alvin, hingga Kak Saim. Kendati demikian, Theo menegaskan bahwa seluruh rekan setimnya sangat asyik dan menyenangkan untuk diajak berdiskusi maupun mengobrol.

Sebagai seorang pemain di lini tengah, ketenangan memegang peranan vital. Menariknya, Theo mengaku bahwa karakter aslinya yang tidak mudah panik terbawa langsung hingga ke atas lapangan hijau.

Untuk mengasah kemampuannya, Theo menjadikan dua gelandang kelas dunia sebagai panutan utamanya yakni Thiago Alcantara, yang diteladani karena kelincahan dan kegesitannya dalam mengolah bola. Serta Sergio Busquets, yang menjadi inspirasi karena dikenal memiliki ketenangan luar biasa serta teknik pembagian bola yang sangat apik.

Di luar rutinitas sepak bola, Theo adalah pemuda yang menikmati waktu luangnya dengan mendengarkan musik bergenre Afrobeats—dengan penyanyi asal Afrika Selatan, Tyla, sebagai salah satu favoritnya. 

Jika memiliki waktu libur, ia paling senang berlibur bersama keluarga, dengan destinasi favorit di Pulau Bali seperti kawasan Canggu, meski ia mengaku penasaran dan belum sempat mengunjungi Ubud.

Meski berkarier di dunia sepak bola profesional, Theo menyebutkan bahwa keluarganya punya cara tersendiri untuk menjaga suasana tetap santai. Di dalam grup percakapan keluarga, mereka justru jarang sekali membahas soal sepak bola dan lebih memilih fokus pada kebersamaan keluarga. 

Namun, dukungan penuh dan doa tak pernah putus diberikan oleh keluarga setiap kali Theo bersiap menghadapi pertandingan penting.