Gunung Anak Krakatau Erupsi, Bhayangkara FC Siasati Latihan dan Jaga Kesehatan Pemain

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Bhayangkara FC Siasati Latihan dan Jaga Kesehatan Pemain

6 September 2026

BRI SUPER LEAGUE 2026-27 BHAYANGKARA PRESISI LAMPUNG FC

BANDAR LAMPUNG — Aktivitas Gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan usai tercatat melontarkan erupsi pada Jumat (4/9) malam lalu. Dampak sebaran abu vulkanik tersebut turut dirasakan hingga ke wilayah Bandar Lampung, tempat tim Bhayangkara Presisi Lampung FC berada. 

Meski demikian, kondisi pada Minggu (6/9) pagi dilaporkan telah relatif membaik.

Dokter tim Bhayangkara FC, Khairi, menjelaskan bahwa abu vulkanik secara kasat mata sudah mulai berkurang dan tidak terlihat turun secara intens. Meski begitu, sisa-sisa debu serta debris vulkanik masih dapat dirasakan di jalanan maupun di area lapangan latihan.

"Pagi hari ini terlihat membaik, abu vulkaniknya sudah tidak kasat mata ataupun tidak turun lagi. Namun, sisa-sisa debunya masih terasa di lapangan," ujar Khairi.

Guna mengantisipasi dampak buruk paparan abu vulkanik, tim medis dan manajemen memberikan edukasi khusus kepada seluruh pemain dan jajaran official untuk selalu menjaga diri, termasuk imbauan menggunakan masker serta kacamata pelindung. Menurutnya, paparan debu vulkanik berisiko memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, hingga iritasi kulit.

Menanggapi risiko latihan di ruang terbuka setelah erupsi, tim pelatih Bhayangkara FC mengambil langkah taktis untuk menyiasati jadwal latihan tim.

"Sebenarnya lumayan berisiko latihan di luar dalam kondisi seperti ini. Karena itu, tim pelatih mensiasatinya dengan mengawali latihan di area gym untuk porsi mobilisasi fisik. Ketika berada di lapangan outdoor, porsi latihan dipangkas hanya untuk pemulihan (recovery training) dan sirkulasi ringan seperti jogging serta pergerakan simpel tanpa memakan waktu lama," jelasnya lagi.

Langkah penyesuaian latihan ini diambil untuk memastikan kebugaran para pemain tetap terjaga setelah bertanding, sekaligus meminimalisasi paparan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau bagi seluruh anggota skuad.