Hajar PSIS, Persipura Kudeta Pemuncak Klasemen

Hajar PSIS, Persipura Kudeta Pemuncak Klasemen

19 April 2026

PEGADAIAN CHAMPIONSHIP 2025-26 PERSIPURA JAYAPURA

JAYAPURA - Persipura sementara dapat mengkudeta PSS Sleman yang berada di puncak klasemen Grup 2 Pegadaian Championship 2025/26. Capaian tersebut berkat mengalahkan PSIS Semarang 3-1 di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Sabtu (18/4).

Tiga gol kemenangan tersebut lahir dari aksi Reno Salampessy, Jeam Kelly Sroyer, dan Victor Nabay Mansaray. Sedangkan gol hiburan tim tamu berkat kontribusi striker naturalisasi Alberto Goncalves.

Tambahan tiga poin tersebut membuat Persipura Jayapura mengemas 50 poin atau masing-masing unggul sepoin dari kompetitor terberatnya PS Barito Putera dan PSS Sleman.

Namun, Super Elang Jawa masih punya jumlah pertandingan lebih banyak selaga. Tim ini baru menjalani laga pekan ini dengan melawan Persiku Kudus, Senin (20/4).

Pelatih Persipura Jayapura Rahmad Darmawan sangat bersyukur terhadap hasil tersebut. Dia juga menyebutkan, kemenangan tersebut berkat kerja keras pemain dan dukungan suporter.

"Selamat bagi pemain dan terima kasih kepada suporter, yang hari ini luar biasa mendukung kami, baik di stadion ataupun yang tidak bisa hadir, mungkin nobar dan berdoa dari rumah," ucapnya selepas laga.

"Alhamdulilah, kami bersyukur dengan hasil ini, karena ini hasil yang harus kami syukuri dari kerja keras pemain, dari babak pertama kami bisa cetak satu gol, tapi babak kedua kami lebih bisa mengontrol permainan, kami lebih menikmati dan relaks, gol itu hadir juga," tambahnya.

RD mengakui sempat kesulitan pada 45 menit pertama. Anak asuhnya serasa bermain dengan beban atau dalam tekanan sehingga tidak bisa berkreasi dengan lepas.

Berbeda dengan 45 menit kedua, Kelly Sroyer dan kolega mampu mengontrol permainan dan bisa lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.

"Jujur, awal-awal pertandingan tidak bisa ditutupi, tensinya tegang. Ketegangan itu dirasa oleh pemain di lapangan. Saya sudah ingatkan, karena yang sangat saya takutkan adalah ketika pemain merasa ini sebuah tekanan yang besar bagi mereka, dan terbawa dalam permainan," kata RD.