GIANYAR -- Kekecewaan mendalam usai takluk 0-5 dari Bali United FC pada pekan keenam BRI Super League 2026/27 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Rabu (21/10), tidak hanya dirasakan pelatih kepala Garudayaksa FC, Milos Joksic. Penjaga gawang Garudayaksa FC, Dominic Holec, juga meluapkan rasa frustrasinya setelah gawangnya dibobol lima kali oleh tim Serdadu Tridatu.
Kiper asal Slovakia tersebut menyetujui analisis sang pelatih yang menilai performa Garudayaksa FC runtuh total pada babak kedua.
"Jujur, saya bahkan bingung harus menjawab apa. Bagi saya, ini pertandingan yang sangat berat. Saya harus mengakui apa yang dikatakan pelatih. Di babak pertama kami tidak bermain buruk, kami menciptakan beberapa peluang, tetapi sayangnya kami tidak bisa mencetak gol. Kami punya banyak serangan balik yang tidak diselesaikan dengan baik, dan sangat disayangkan kami kebobolan gol seperti itu di akhir babak pertama," ujar Holec.
Petaka bagi Garudayaksa FC kian bertambah saat memasuki paruh kedua. Gol bunuh diri yang terjadi di awal babak kedua dinilai Holec menjadi titik awal hancurnya permainan tim.
"Di awal babak kedua, kami kebobolan gol kedua yang merupakan gol bunuh diri. Hal seperti itu bisa saja terjadi dalam sepak bola. Namun setelah itu, kami berhenti bermain, saya tidak tahu mengapa," lanjutnya.
Meski enggan menyalahkan rekan-rekannya secara personal, Holec tak memungkiri bahwa kekalahan dengan margin lima gol adalah hasil yang sama sekali tidak bisa diterima.
"Sangat sulit untuk katakan apa pun saat ini. Saya tidak ingin menyalahkan siapa pun, ini sepak bola dan hal seperti ini bisa terjadi, tetapi tidak boleh sampai kita kalah 0-5. Ini tidak bagus. Bagi saya pribadi sangat berat karena kebobolan lima gol, ini hari yang sangat buruk," tegas kiper berusia 31 tahun tersebut.
Ia juga menyoroti bagaimana Bali United mampu mengontrol penuh jalannya pertandingan di babak kedua sementara para pemain Garudayaksa FC kehilangan daya juang.
"Di babak kedua kami kebobolan empat gol. Mereka mempermainkan kami seperti latihan possession game,dan kami tidak memiliki perasaan menyatu dengan pertandingan seperti yang mereka tunjukkan. Mereka punya pemain-pemain yang terus berlari sepanjang 90 menit," pungkas Holec.