Johnny Jansen Soroti Fair Play dan Mental Bertarung Pemain Bali United

Johnny Jansen Soroti Fair Play dan Mental Bertarung Pemain Bali United

13 Mei 2026

BRI SUPER LEAGUE 2025-26 BALI UNITED FC

GIANYAR - Laga pekan ke-32 BRI Super league 2025/26 antara Bali United FC melawan Borneo FC Samarinda tidak hanya menghadirkan drama lima gol, tetapi juga tensi tinggi sepanjang laga.

Di tengah ketatnya laga yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Senin (11/5) malam itu, pelatih Bali United Johnny Jansen menyoroti pentingnya rasa hormat dan mental bertarung di atas lapangan.

Dia mengatakan ada satu momen pada babak kedua yang membuatnya cukup memperhatikan situasi fair play dalam pertandingan.

Dimana dia merasa dalam situasi tertentu pemain harus menunjukkan sportivitas dengan menghentikan permainan ketika ada pemain lawan yang terjatuh.

“Pada pertandingan ini, kami ingin bangkit kembali. Di babak kedua sempat ada situasi yang menegangkan. Kalau saya tidak salah mengingat kejadiannya, bola seharusnya dibuang keluar lapangan,” ujar pelatih asal Belanda itu.

“Bagi saya, itu soal rasa hormat. Kami bermain dengan intensitas tinggi dan ada pemain yang terjatuh di lapangan. Dalam situasi seperti itu, menurut saya bola harus dibuang keluar,” imbuhnya.

Meski pertandingan berlangsung keras, Johnny mengapresiasi sikap pemain kedua tim yang tetap mampu menjaga pertandingan tanpa keributan besar.

“Itulah nilai yang saya pegang. Saya ingin menunjukkan rasa hormat, tetapi juga karakter. Saya tumbuh dengan nilai seperti itu,” kata Johnny Jansen.

Selain soal fair play, dia juga menyinggung pentingnya mental kompetitif dalam tim. Menurutnya, pemain harus memiliki keberanian untuk saling menuntut demi perkembangan bersama.

“Hal lain yang membuat saya senang adalah tidak terjadi perkelahian di lapangan. Namun saya juga merasa sikap bertarung antar-pemain terkadang masih kurang. Jika ingin berkembang, pemain harus berani saling menuntut dan saling mendorong untuk menjadi lebih baik,” tutur mantan pelatih PEC Zwolle ini.

“Saya juga membicarakan hal ini dengan tim setelah pertandingan terakhir. Para pemain harus berani saling mengingatkan jika ada yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Itulah sikap yang kami inginkan.”

“Jika ingin berkembang, maka pemain harus saling terbuka dan berani mengatakan apa yang perlu diperbaiki. Saya senang melihat proses itu mulai muncul,” pungkasnya.