GIANYAR -- Salah satu klub kontestan Super League 2026/27, Bali United FC, menelan kekalahan 1-2 dari Sabah FC dalam laga Dewata Challenge Series 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (13/8) malam.
"Ya, ini adalah masa pramusim. Mengenai tiga poin, tentu selalu menyenangkan untuk menang dan memuaskan, tapi bagi kami ini lebih ke arah persiapan," kata pelatih Bali United, Johnny Jansen.
"Kami akan memulai liga minggu depan dan kami puas bisa memberikan menit bermain selama 90 menit bagi beberapa pemain. Jadi, kami berusaha bersiap untuk awal liga," imbuhnya.
Meskipun pengalamannya bekerja di Indonesia sebelumnya tidak membuatnya terlalu bergantung pada pengetahuan masa lalu. Menurutnya, perubahan komposisi tim membuat kondisi sepak bola Indonesia saat ini berbeda.
"Ya, tapi itu sudah hampir dua musim yang lalu. Jadi tim-tim sudah berubah. Yang saya tahu tentang lawan adalah mereka tim yang bagus dan tentu saja kami tahu gaya bermain yang akan mereka terapkan," ujar pelatih asal Belanda itu.
Dia bahkan memilih lebih banyak memperhatikan perkembangan timnya sendiri daripada menyiapkan strategi khusus untuk setiap lawan.
"Tapi jujur saja, jika Anda lihat tim mereka, lawan bermain dengan banyak pemain asing di awal, dan hal itu mungkin berbeda di liga nanti. Jadi fokusnya bukan tentang menyiapkan strategi khusus lawan, tapi lebih kepada menyiapkan tim kami sendiri," ujar Johnny Jansen.
Sementara itu bagi Brandon Wilson, laga melawan Sabah FC tetap memberikan manfaat bagi proses persiapan Bali United. Mengingat lawan merupakan tim yang kuat mampu menerapkan pertandingan yang kompetitif.
"Kami mencoba melakukan hal-hal yang sudah direncanakan sebelumnya, dan menurut saya itu performa yang baik," tuturnya.
Selanjutnya tidak membutuhkan waktu berlama-lama, tim pelatih akan mengevaluasi kekalahan dari Sabah FC. Bali United sudah harus mempersiapkan diri menghadapi Persib Bandung.
Laga terakhir Dewata Challenge Series 2026 itu akan digelar di stadion yang sama, Selasa (18/8) mendatang.