SLEMAN -- PSS Sleman dipastikan tidak dengan kekuatan terbaik saat menghadapi Persik Kediri pada pekan keenam BRI Super League 2026/27 di Stadion Brawijaya, Kediri, Kamis (22/10) mendatang. Tim berjuluk Super Elang Jawa bakal tanpa diperkuat gelandang bertahan Moussa Bagayoko.
Meski kehilangan salah satu opsi di lini tengah, tim pelatih masih memiliki sejumlah alternatif untuk menentukan komposisi terbaik.
Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra, mengungkapkan bahwa pemain asal Mali tersebut masih menjalani perawatan setelah mengalami cedera saat menghadapi PSM Makassar, Minggu (11/10). Dalam pertandingan tersebut, Moussa harus ditarik keluar sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, Moussa Bagayoko diperkirakan membutuhkan waktu pemulihan sekitar tiga hingga empat minggu.
“Ia sempat dibawa ke rumah sakit. Tim medis telah memeriksanya dan mengalami cedera ringan. Kami memperkirakan Moussa absen sekitar tiga atau empat minggu,” ungkap Huistra.
Absennya Moussa Bagayoko membuka peluang bagi pemain lain untuk mengisi sektor tengah, termasuk Markus Madjar. Pemain tersebut menjadi salah satu alternatif yang dipertimbangkan seiring proses adaptasinya terhadap permainan PSS yang terus menunjukkan perkembangan positif.
Huistra menilai Markus Madjar mampu beradaptasi dengan baik dan mulai memahami tuntutan permainan di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia. “Perkembangan Markus Madjar sangat baik. Ia sedang beradaptasi dengan gaya permainan Super League,” jelas pelatih asal Belanda tersebut.
Selain Markus, PSS masih memiliki sejumlah pemain yang dapat dipertimbangkan untuk mengisi kebutuhan di lini tengah. Huistra menyebut Kim Jeffrey Kurniawan, Arda Alfareza, Dominikus Dion, Melvyn Lorenzen, dan Dimas Drajad sebagai beberapa alternatif yang tersedia. Nama Isfandyar juga masuk dalam pertimbangan, seiring potensi yang dimiliki pemain muda tersebut.
“Kami juga memiliki pemain-pemain lain seperti Kim, Arda, Dion, Melvyn, dan Dimas. Selain itu, ada Isfandyar, pemain muda yang sangat menjanjikan. Jadi, kami memiliki beberapa pilihan,” tambahnya.
Kondisi ini memberi ruang bagi tim pelatih untuk menyesuaikan komposisi pemain dengan kebutuhan pertandingan. Kehilangan Moussa Bagayoko memang mengharuskan PSS melakukan penyesuaian, tetapi kedalaman skuat membuka sejumlah kemungkinan dalam merancang permainan.
Kini, fokus PSS tertuju pada persiapan menghadapi Persik Kediri. Analisis kekuatan lawan, pemilihan komposisi pemain, serta kemampuan menjaga keseimbangan antarlini akan menjadi bagian penting dari persiapan Super Elang Jawa untuk memburu hasil maksimal di Stadion Brawijaya.