Lini Belakang Blunder Lagi, Persiraja U19 Takluk dari PSS Sleman U19

Lini Belakang Blunder Lagi, Persiraja U19 Takluk dari PSS Sleman U19

16 April 2026

EPA CHAMPIONSHIP U19 2026 PERSIRAJA BANDA ACEH U19

BEKASI – Persiraja Banda Aceh U19 harus menelan pil pahit setelah kalah tipis 1-2 dari PSS Sleman U19 dalam laga pekan kelima Elite Pro Academy (EPA) Championship U19 yang digelar di Lapangan 1 Akademi Sepak bola Garudayaksa, Bekasi, Rabu (15/4). Meski memberikan perlawanan sengit, kesalahan individu pemain kembali menjadi faktor utama kegagalan Laskar Rencong Muda meraih poin.

PSS Sleman U19 unggul cepat lewat gol Bevan Nelka Putra Prasetya pada menit ke-5. Persiraja U19 sempat menyamakan kedudukan melalui aksi Khairu Salih di menit ke-29, sebelum akhirnya Fadistya Firdaus Mahendra mengunci kemenangan Super Elja Muda pada menit ke-37.

Usai laga, Asisten Pelatih Persiraja U19, Yudi Supriatna, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia menilai anak asuhnya sebenarnya mampu mengimbangi permainan lawan, namun lagi-lagi dihukum oleh kesalahan sendiri.

"Kejadian lagi, kejadian lagi. Terbukti lawan tidak bisa cetak gol dari skema mereka, selalu karena kesalahan pemain saya sendiri," ujar Yudi dengan nada kecewa.

Ia juga membandingkan laga ini dengan pertandingan sebelumnya melawan PSPS U19, di mana gol lawan juga lahir dari kelalaian lini pertahanan, bukan karena dominasi taktik lawan.

Yudi menjelaskan bahwa evaluasi terus dilakukan baik di lapangan maupun melalui sesi classroom. Namun, ia menyoroti masalah mendasar terkait jam terbang pemain, terutama mereka yang berasal dari Aceh.

Menurutnya, absennya kompetisi usia muda yang kompetitif di daerah asal membuat mental dan pengambilan keputusan pemain belum matang saat berlaga di level nasional seperti EPA.

"Di Aceh tidak ada kompetisi sekelas usia muda. Saya cari pemain langsung ke sana, tapi kebanyakan hanya tarkam usia bebas, tidak ada kompetisi khusus usia muda," ungkapnya. Kurangnya pengalaman bertanding dalam situasi kompetisi resmi inilah yang dinilai membuat pemain kerap melakukan kesalahan fatal di momen krusial.

Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi besar bagi tim kepelatihan Persiraja U19 untuk terus membenahi fokus dan konsentrasi pemain di sisa laga EPA Championship musim ini.