MELBOURNE -- Penyerang sayap Persib Bandung, Luka Menalo, meluapkan rasa bangga usai mencatatkan gol krusial ke gawang Melbourne Victory pada laga matchday keempat Grup E AFC Champions League Two (ACL 2) 2026/27 di Stadion Rectangular Melbourne, Rabu (4/11). Kontribusi golnya menjadi titik balik kebangkitan Maung Bandung untuk mengamankan kemenangan bersejarah di Benua Kanguru.
Pertandingan tersebut berjalan penuh drama ketika Persib sempat tertinggal lebih dahulu akibat blunder penjaga gawang Fitrah Maulana yang berujung pada gol bunuh diri Julio Cesar. Namun, keputusan tim pelatih memasukkan Menalo dari bangku cadangan berbuah manis usai pemain asal Bosnia-Herzegovina ini mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-86, sebelum disempurnakan oleh gol Balsa Sekulic di menit ke-90 yang mengunci keunggulan 2-1 bagi Maung Bandung.
Menalo menegaskan bahwa duel tandang ini menuntut determinasi tinggi sejak awal laga. Dirinya menyambut sukacita capaian impresif tim yang mampu membalikkan situasi sekaligus menorehkan rekor membanggakan di tanah Australia.
"Kami tahu ini akan jadi pertandingan yang berat. Dan kami sangat bangga serta sangat senang bisa menjadi tim Asia pertama yang menang di Australia. Saya pikir kami mengejutkan mereka setelah mereka mencetak gol, kami mengubah struktur, dan semua pemain yang masuk memberikan beberapa kontribusi, dan kemenangan yang luar biasa, kami sangat bangga dan sangat senang," ujar Luka Menalo selepas pertandingan.
Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, mengakui tensi tinggi yang dihadapi kedua tim di tengah padatnya agenda pertandingan. Tolic menaruh respek terhadap gaya bermain agresif Melbourne Victory yang sempat membuat anak asuhnya berada di bawah tekanan sesaat sebelum kebobolan.
"Di kedua sisi, saya pikir semua tim telah berusaha sebaik mungkin dengan mempertimbangkan jadwal yang ada. Saya menyukai cara Melbourne bermain, mereka selalu bermain dengan sangat intens, pressing yang tinggi dan merupakan tim yang sangat-sangat sulit untuk dihadapi," tutur Igor Tolic.
Pelatih berkebangsaan Kroasia tersebut memaparkan dinamika pertandingan yang berlangsung seimbang sebelum gol tuan rumah memaksa staf kepelatihan mengambil langkah taktis cepat dari bangku cadangan. "Kami sempat mengontrol beberapa bagian dari permainan, namun di beberapa bagian lain kami sempat panik. Tapi jalannya pertandingan tadi imbang fifty-fifty, lalu kami kebobolan gol tersebut. Setelah itu, kami harus segera bereaksi," lanjut Tolic.
Keberanian merombak struktur taktik dengan menyuntikkan tenaga baru terbukti jitu dalam memanfaatkan celah di lini pertahanan lawan yang mulai terbuka di menit-menit akhir. "Kami mengubah struktur tim, memasukkan pemain-pemain yang masih segar, lini belakang mereka menjadi terekspos, dan kami memanfaatkan hal itu untuk menyerang serta mencetak gol-gol yang menurut saya sangat indah," tukasnya.