SLEMAN -- Madura United FC U16 gagal menembus pertahanan PSS Sleman U16 pada pertandingan pertama lanjutan Grup C Elite Pro Academy (EPA) One 2026/27. Bertanding di Stadion Tridadi, Sleman, Sabtu (31/10), Laskar Sape Kerrab Ngodeh harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor telak 0-5.
Madura United U16 sudah berada dalam tekanan sejak babak pertama. Bahkan, sebelum turun minum, Laskar Sape Kerrab Ngodeh telah tertinggal tiga gol tanpa balas.
Memasuki babak kedua, situasi belum banyak berubah. PSS Sleman U16 kembali menambah dua gol sehingga Madura United U16 harus menerima kekalahan dengan selisih lima gol.
Pelatih Madura United U16, Dika Prasetya, mengakui keunggulan lawan. Menurutnya, PSS Sleman memiliki permainan yang sangat matang karena telah mempersiapkan tim selama tiga tahun.
“Saya harus mengakui, lawan hari ini sudah sangat matang, karena mereka sudah menyiapkan tim ini selama tiga tahun. Secara permainan mereka sangat matang,” ujarnya.
Meski menelan kekalahan telak, Dika menilai pertandingan itu tetap memberikan banyak pelajaran bagi timnya. Baik dari segi permainan kolektif maupun kemampuan individu pemain, termasuk bagaimana PSS Sleman membangun serangan dan mengorganisasi pertahanan.
Hasil pertandingan pertama itu menjadi bahan evaluasi Madura United U16 untuk menghadapi pertemuan kedua yang dijadwalkan berlangsung Minggu (1/11).
Dika meminta anak asuhnya memperbaiki organisasi pertahanan agar bisa tampil lebih disiplin dan tidak kembali kebobolan banyak gol. Menurutnya, menghadapi lawan dengan kualitas permainan seperti PSS U16, timnya perlu lebih realistis dalam menentukan pendekatan permainan.
“Saya rasa mau tidak mau kami harus bertahan. Terlalu naif untuk berani menekan lawan dan keluar menyerang,” ungkapnya.