KEDIRI - Persik Kediri meraih kemenangan dramatis saat menjamu PSBS Biak pada pekan ke-24 BRI Super League 2025/26 di Stadion Brawijaya, Kamis (5/3) malam WIB. Tim berjulukan Macan Putih ini sempat dikejutkan gol striker PSBS Biak, Ruyery Blanco saat babak kedua berjalan tiga menit.
Namun dengan perjuangan tak kenal lelah, akhirnya Persik Kediri berhasil membalikkan keadaan dan merebut tiga poin lewat gol Hamra Hehanussa menit ke-79 dan Muhamad Firly menit ke-88.
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina Torres, mengaku lega timnya mampu bangkit dan meraih kemenangan setelah harus bekerja keras sepanjang pertandingan.
“Kami benar-benar membutuhkan kemenangan ini. Para pemain sudah bekerja sangat keras. Kami sempat melakukan kesalahan di lini belakang sehingga harus tertinggal lebih dulu. Tetapi mereka mampu memperbaikinya dan bangkit,” kata Marcos Reina.
Arsitek asal Spanyol ini harus mengambil risiko besar dengan melakukan pergantian pemain untuk merebut kemenangan. Dia mengubah dengan menambah kekuatan di lini depan dengan memasukkan Rodrigo Dias dan menarik keluar Kiko Carneiro. Namun menariknya, dua gol kemenangan justru lahir dari dua pemain bertahan.
“Kadang sepak bola memang tidak logis. Kami mencoba menambah striker agar lebih berbahaya di depan. Tetapi gol justru datang dari bola rebound yang diselesaikan pemain belakang, Hamra Hehanusa dan M. Firli,” jelasnya.
Menurutnya, keputusan memainkan dua striker, Jose Enrique dan Rodrigo Dias, memang cukup berisiko. Karena Persik Kediri harus bermain dengan tiga bek di belakang. Dia bersyukur strategi tersebut akhirnya membuahkan hasil positif.
“PSBS Biak sejak awal bermain dengan blocking di bawah. Ini membuat pertahanan mereka sangat rapat dan sulit ditembus. Kami harus mencoba menyerang dengan semua yang kami punya, dan akhirnya itu berhasil,” tuturnya.