SERANG – Persijap Jepara gagal melanjutkan tren tiga kemenangan beruntunnya di laga pekan ke-30 BRI Super League 2025/26. Berlaga di Banten International Stadium, Rabu (29/4) malam, Persijap kalah tipis 0-1 dari tuan rumah Dewa United FC.
Adalah gol penalti dari Alex Martins pada menit ke-54 yang membuat Persijap harus pulang dengan tangan hampa.
Laskar Kalinyamat sendiri sebenarnya punya kesempatan emas untuk menyamakan kedudukan, namun sayangnya hadiah penalti di menit 90+7 yang dieksekusi Carlos Franca dapat diantisipasi dengan baik oleh kiper Dewa United, Sonny Stevens.
Kekalahan ini juga mencoreng catatan delapan laga tak terkalahkan milik Persijap sebelumnya yang mampu mengukir empat kali menang dan empat kali imbang.
Persijap kini masih tetap mengoleksi 31 poin dan ada di peringkat ke-13. Namun sekali lagi ini belumlah aman dari ancaman degradasi karena hanya terpaut empat poin saja dari Persis Solo yang mencatat 27 poin dan ada di peringkat ke-16 atau batas atas zona merah.
“Kedua tim tampil dengan permainan menyerang untuk mencari kemenangan. Kita lakukan sedikit kesalahan dan melahirkan penalti untuk lawan. Sebenarnya kita hampir menyamakan kedudukan di akhir laga lewat penalti. Kecewa pasti karena gagal dapat poin. Tapi kita harus tetap fokus untuk laga-laga lainnya,” kata pelatih Persijap Jepara, Mario Lemos.
Pelatih asal Portugal ini juga mengelak saat disinggung menurunnya performa Persijap kali ini akibat kelelahan karena padatnya jadwal.
“Jadwal sudah dibuat, tinggal bagaimana kita jalani dengan benar. Yang pasti kedua tim main bagus. Kita sudah berusaha keras melawan tim yang target lima besar di klasemen. Inilah sepakbola,” dia menegaskan.
Mengenai terbuangnya peluang emas untuk menyamakan kedudukan di penghujung laga, Mario Lemos juga lebih memilih berpikir positif.
“Mestinya kita bisa dapat bawa pulang satu poin. Tapi inilah sepakbola. Kita masih ada empat pertandingan lagi. Kita harus kembali fokus ke laga berikutnya lawan Persija Jakarta,” ucap Mario Lemos lagi.