SEMARANG – Borneo FC Samarinda harus pulang tanpa poin pada pekan keempat BRI Super League 2026/27 usai dikalahkan tuan rumah Java United FC di Stadion Jatidiri Semarang, Minggu (11/10) sore. Meski sepanjang laga mampu menciptakan lebih banyak ancaman ke gawang lawan, Pesut Etam justru menyerah dengan skor 1-2.
Kekalahan tersebut menyisakan kekecewaan bagi pelatih Borneo FC, Mauro Jeronimo. Menurutnya, hasil akhir pertandingan tidak sepenuhnya menggambarkan perjuangan tim.
Borneo FC mampu memberikan perlawanan dan memiliki sejumlah kesempatan untuk mencetak gol, tetapi gagal memaksimalkannya. Di sisi lain, waktu persiapan yang terbatas menjadi tantangan tersendiri bagi tim tamu sebelum menghadapi Java United.
"Jelas hasilnya tidak bagus karena kami kalah. Kami sudah berjuang keras untuk setidaknya meraih hasil imbang dalam pertandingan tandang ini. Namun, mengingat persiapan tim kami hanya menjalani satu sesi latihan sebelum laga ini menurut saya para pemain tampil cukup baik," tuturnya.
Apalagi secara statistik, Borneo FC mencatatkan penguasaan bola sebesar 52 persen, sedikit lebih unggul dibandingkan Java United yang menguasai 48 persen.
Lalu melepaskan 11 tembakan, dengan lima di antaranya mengarah ke gawang. Sementara itu, tuan rumah menghasilkan 10 percobaan dan dua tembakan tepat sasaran.
"Pertandingan berjalan cukup seimbang, peluangnya 50-50, kami memiliki beberapa peluang bagus yang terbuang, padahal peluang-peluang itu sebenarnya sangat potensial, terutama di babak pertama," kata Mauro Jeronimo.
Setelah babak pertama berakhir tanpa gol, Java United memecah kebuntuan melalui Kaio Nunes pada awal babak kedua. Borneo FC tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk memberikan respons.
Marcos Emanuel Astina mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-64 sekaligus membuka kembali peluang tim tamu membawa pulang poin. Namun, harapan itu sirna ketika Lukas Pivetta Brambila mencetak gol melalui tendangan bebas pada menit ke-81.
Gol tersebut menjadi penentu kemenangan Java United setelah Borneo FC tidak mampu kembali menyamakan kedudukan hingga peluit panjang berbunyi. "Sejujurnya, ini adalah pertandingan yang sangat berat dan menguras tenaga. Mereka mencetak dua gol dan kualitas individu pemain merekalah yang menjadi pembeda," sambungnya.
"Saya merasa kurang puas karena kami yakin layak mendapatkan hasil lebih baik, tetapi begitulah sepak bola, pada akhirnya merekalah yang berhasil mengamankan tiga poin," pungkasnya.
Untuk itu, kekalahan menjadi pekerjaan rumah bagi Borneo FC, terutama dalam meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir dan memaksimalkan peluang pada momen penting pertandingan.
Kini tim menempati posisi ke-11 klasemen sementara BRI Super League 2026-2027 dengan perolehan enam poin.