Paul Munster Waspadai Transisi Cepat dan Motivasi Tinggi Tuan Rumah

Paul Munster Waspadai Transisi Cepat dan Motivasi Tinggi Tuan Rumah

11 April 2026

BRI SUPER LEAGUE 2025-26 BHAYANGKARA PRESISI LAMPUNG FC

JEPARA – Duel sengit bakal tersaji di Stadion Gelora Bumi Kartini pada Sabtu (11/4), saat Persijap Jepara menjamu tamunya Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam lanjutan pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026. Meski berada dalam tekanan zona degradasi, Persijap dinilai memiliki potensi ledakan yang bisa menyulitkan jika tidak diantisipasi dengan disiplin tinggi.

Pelatih kepala Bhayangkara Presisi Lampung FC, Paul Munster, mengungkapkan bahwa timnya telah melakukan pemetaan mendalam terhadap gaya permainan Laskar Kalinyamat. Ia menyoroti agresivitas lawan saat melakukan transisi, terutama ketika timnya kehilangan penguasaan bola.

Munster menegaskan bahwa fokus utama dalam persiapan kali ini adalah menjaga kedalaman lini belakang. Ia tidak ingin anak asuhnya terpancing keluar dari posisi yang berisiko meninggalkan celah bagi lawan untuk melakukan serangan balik cepat.

"Kami sangat memantau itu. Mereka sangat berbahaya saat lawan kehilangan bola. Itulah mengapa fokus latihan kami kemarin adalah pada rest-defense (pertahanan saat menyerang). Pemain belakang dan gelandang bertahan tidak boleh terlalu jauh meninggalkan posisinya," ujar Munster.

Eks pelatih tim nasional Kepulauan Solomon ini juga memberikan instruksi tegas jika timnya kehilangan bola di area lawan. "Instruksinya jelas: lakukan counter-press segera atau kembali ke bentuk pertahanan secepat mungkin. Kami tidak boleh memberikan mereka ruang untuk berlari," tambahnya.

Selain aspek taktis, Munster juga memberikan perhatian khusus pada aspek psikologis. Ia mewaspadai adanya penurunan konsentrasi di momen-momen krusial pertandingan, terutama setelah jeda babak pertama atau saat tim dalam posisi unggul.

"Konsentrasi adalah masalah mental. Terkadang pemain merasa nyaman saat unggul atau merasa aman saat jeda. Saya selalu menekankan bahwa 5 menit awal dan 5 menit akhir di setiap babak adalah zona merah," tegasnya. Munster menuntut start yang kuat sejak peluit babak kedua dibunyikan agar lawan tidak mendapatkan momentum untuk bangkit.

Mengenai kondisi tim, Munster membawa kabar baik dengan sebagian besar pemain dalam kondisi siap tempur. Meski ada sedikit kendala kelelahan otot pada satu-dua pemain, ia optimistis seluruh penggawa utama tetap bisa diturunkan.

"Sejauh ini semua pemain yang ada dalam daftar skuat berada dalam kondisi fit. Ada satu-dua pemain yang masih dalam pengawasan tim medis karena sedikit kelelahan otot, tapi saya rasa mereka akan siap," jelas pelatih asal Irlandia Utara tersebut.