JAKARTA - Bek Persija, Paulo Ricardo, menegaskan pentingnya menjaga fokus dan mengontrol emosi jelang laga kontra Persib pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/26 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5) pukul 15.30 WIB.
Menurutnya, pertandingan sarat rivalitas seperti Persija versus Persib memang selalu menghadirkan tensi tinggi, baik di dalam maupun di luar lapangan. Namun, Paulo Ricardo berharap seluruh pemain Persija tetap mampu menjaga ketenangan agar dapat tampil maksimal sepanjang pertandingan.
Ia menyadari bahwa dalam atmosfer pertandingan besar, emosi kerap menjadi hal yang sulit dihindari. Meski begitu, kontrol diri tetap menjadi aspek penting agar tim tidak kehilangan fokus terhadap tujuan utama, yakni meraih kemenangan.
“Setiap pertandingan kami perlu mengontrol emosi. Terkadang hal-hal masuk ke hati dan membuat kepala menjadi panas, itu bisa saja terjadi. Kami adalah manusia dan itu sangat mungkin terjadi. Itulah sepak bola, kami harus bermain dengan hati, tapi saya selalu katakan kepada rekan-rekan, ‘Tolong mari kita kontrol emosi’,” ujar Paulo.
Bek asal Brasil tersebut menilai bahwa kehilangan kendali emosi dapat berdampak besar terhadap jalannya pertandingan. Karena itu, ia terus mengingatkan rekan-rekannya untuk tetap berkonsentrasi penuh pada permainan dan tidak terpengaruh oleh situasi di luar teknis pertandingan.
“Karena jika kami kehilangan kendali pikiran dan hati, terkadang kami tidak bisa mengontrol tindakan. Jadi, tolong tetap fokus pada permainan dan mari coba berikan yang terbaik,” tuturnya.
Bagi Paulo, laga melawan Persib memang memiliki arti penting bagi kedua tim dan seluruh pendukungnya. Namun di balik atmosfer besar yang menyelimuti pertandingan, ia menegaskan bahwa Persija harus tetap bermain dengan kepala dingin dan karakter yang kuat.
“Jadi, tolong tetap fokus pada permainan dan mari coba berikan yang terbaik. Ini adalah pertandingan lainnya, pertandingan yang penting, tentu kami ingin menang, jadi kami harus memiliki kontrol emosi tersebut. Tapi jika terkadang hal-hal lain terjadi, kami manusia biasa. Itu bisa terjadi,” katanya.