BEKASI – PS Barito Putera U19 harus menelan pil pahit setelah keunggulan mereka sirna di tangan FC Bekasi City U19 pada pekan ke-7 Elite Pro Academy (EPA) Championship U19. Bermain di Lapangan 2 Akademi Sepak bola Garudayaksa, Bekasi, Rabu (22/4), skuat Laskar Antasari Muda takluk dengan skor tipis 1-2.
Barito Putera U19 sebenarnya sempat memegang kendali permainan dan unggul lebih dulu melalui gol tendangan bebas Krisna Vincencius Christopan Suila pada menit ke-40. Namun, kemenangan yang sudah di depan mata buyar setelah tuan rumah membalas lewat penalti Muhammad Iqbal Aminullah (61’) dan gol Muhammad Fajri (74’).
Pelatih kepala Barito Putera U19, Dedeyan Surdani, mengaku sangat menyayangkan kegagalan anak asuhnya dalam mempertahankan keunggulan. Menurutnya, masalah konsentrasi kembali menjadi musuh utama timnya saat memasuki pertengahan babak kedua.
"Jujur ini hasil yang menyakitkan. Kami mengawali pertandingan dengan sangat baik dan mampu unggul di babak pertama. Tapi di babak kedua, para pemain kehilangan fokus, terutama saat lawan mulai memberikan tekanan tinggi," ujar Dedeyan usai laga.
Dedeyan menyoroti insiden penalti pada menit ke-61 yang dianggapnya sebagai titik balik runtuhnya mentalitas bertanding tim. Ia menilai koordinasi di sektor pertahanan harus lebih tenang dalam menghadapi situasi satu lawan satu di kotak terlarang.
"Gol penalti itu mengubah segalanya. Setelah skor imbang, organisasi pertahanan kami menjadi goyah dan puncaknya adalah gol kedua lawan. Kita memberikan ruang terlalu bebas bagi pemain lawan (Fajri) untuk mencetak gol," tambahnya.
Meski kalah, Dedeyan meminta para pemainnya untuk tidak larut dalam kesedihan. Ia menegaskan akan segera melakukan evaluasi menyeluruh, terutama mengenai aspek transisi dari menyerang ke bertahan yang dianggap masih sering terlambat.
"Kami datang ke Bekasi untuk mencuri poin, tapi kenyataannya kami harus pulang dengan tangan hampa. Ini pelajaran berharga bagi anak-anak. Di level EPA, kelengahan sekecil apa pun akan dibayar mahal oleh lawan. Kami akan perbaiki ini sebelum laga berikutnya," pungkas Dedeyan.