SAMARINDA - Memasuki pekan ke-19 persaingan di papan atas BRI Super League 2025/26 semakin memanas. Borneo FC Samarinda dan Persib Bandung terus saling menempel di posisi teratas klasemen sementara. Kedua tim hanya selisih poin yang amat tipis.
Saat ini Persib berada di posisi puncak dengan perolehan 41 poin, sedangkan posisi kedua ditempati Borneo FC dengan 40 poin. Sehingga menandai ketatnya perebutan gelar juara sejak awal putaran kedua.
Meski momentum sempat berpihak pada Pesut Etam setelah mereka menaklukkan Persis Solo dengan skor tipis 1-0 pada pekan sebelumnya. Sehingga tambahan tiga poin tersebut langsung membawa tim asuhan Fabio Lefundes ke puncak klasemen sementara. Namun harus turun ke posisi kedua setelah Persib menang dari PSBS Biak dengan skor tipis 1-0.
"Kami memulai putaran kedua dengan hasil positif, tentu ini bagus untuk bekal bersaing di papan atas. Putaran kedua berbeda dengan putaran pertama, persaingan jauh lebih sulit," kata pelatih asal Brasil itu.
Kini di tengah sengitnya persaingan papan atas BRI Super League 2025/26, Borneo FC mulai mengalihkan fokus ke laga terdekat. Tim akan menjalani laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/26 dengan menjamu PSIM Yogyakarta di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (1/2).
Dalam misi merebut kembali puncak klasemen, mantan pelatih Madura United dan Persita Tangerang itu menegaskan bahwa tim tidak boleh terlena dengan kondisi calon lawan. PSIM memang baru saja menelan kekalahan telak 0-3 di kandang sendiri dari Persebaya Surabaya, namun situasi tersebut justru dinilai berpotensi memantik kebangkitan.
"Tapi dalam kondisi ini bisa saja mereka memiliki motivasi besar untuk bangkit. Itu yang harus kami antisipasi," pungkas Fabio Lefundes.