SURABAYA -- Jelang bergulirnya kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Super League 2026/27, Persebaya Surabaya memiliki target besar. Manajemen Persebaya secara terbuka menyatakan keinginan untuk membawa pulang trofi juara, sekaligus melanjutkan perjalanan panjang klub menuju perayaan usia ke-100 tahun.
“Teman-teman, saya akan langsung to the point, kalau Tuhan mengizinkan, Persebaya ingin jadi juara di Super League 2026/27,” kata CEO Persebaya, Azrul Ananda.
“Tapi untuk mencapai itu, Persebaya tidak bisa bergerak sendirian. Kita harus bersinergi bersama Persebaya, Bonek di seluruh dunia, seluruh partner dan tentunya Pemkot Surabaya serta TNI-Polri sebagai stakeholder utama di Surabaya dan sekitarnya,” imbuhnya.
Apalagi klub telah menyiapkan berbagai aspek untuk menghadapi persaingan musim baru. Mulai dari komposisi pemain, staf pelatih, hingga sistem pendukung yang dibangun untuk menjaga performa tim sepanjang kompetisi.
Salah satu sosok yang menjadi bagian penting dalam proyek tersebut adalah pelatih Bernardo Tavares. “Kami yakin untuk mengejar target musim ini kami telah memiliki pelatih yang tepat, Coach Tavares. saya ingin cerita sedikit, kami sudah mendekati Coach Tavares hampir tiga tahun lalu. Kami ingin Coach Tavares bergabung dengan Persebaya sejak lama dan saya baru bisa cerita sekarang,” ujar pria yang akrab disapa Azrul itu.
Saat pertama kali didekati, pelatih asal Portugal itu belum bisa menerima tawaran Persebaya. Namun, alasan penolakannya justru membuat manajemen semakin yakin dengan karakter sang pelatih.
“Coach tidak ingin meninggalkan pemain-pemainnya yang sedang menghadapi masalah di tempat sebelumnya. Pelatih yang mempunyai komitmen untuk maju bersama. Kami sangat bangga sekarang sudah memiliki Coach Tavares dan tim pelatih yang luar biasa,” sambungnya.
Untuk itu alasan mengapa Persebaya terus menjaga keinginan untuk bekerja sama dengan pelatih asal Portugal hingga akhirnya terwujud dan memimpin Francisco Rivera dkk.
“Kami juga sudah yakin memiliki barisan pemain yang luar biasa, di pramusim mereka sudah teruji,” kata Azrul Ananda.
Terbukti ujian selama masa pramusim menjadi bagian dari proses untuk mematangkan kesiapan tim sebelum memasuki Super league 2026/27. Persebaya berharap pondasi yang dibangun sejak awal dapat membantu tim menghadapi perjalanan panjang Super League.
“Persebaya sedang punya gawe besar. Persebaya butuh sinergi dari kita semua untuk mencapai impian yang sudah lama kita nantikan. Manusia bisa berusaha, tapi Tuhan yang menentukan," tutur CEO berusia 49 tahun itu.
"Insyaallah Persebaya sudah berusaha. Insyaallah Persebaya sudah memiliki sinergi luar biasa dengan seluruh stakeholdernya. Kalau Tuhan mengizinkan, Persebaya ingin menjadi juara di Super League 2026/27. Bismillah 2027! Salam Satu Nyali! Wani!,” pungkasnya.