JEPARA – Persebaya Surabaya tidak datang dengan situasi ideal jelang laga pekan ke-22 BRI Super League melawan Persijap Jepara yang akan berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (21/2) pukul 20.30 WIB.
Selain waktu persiapan yang relatif singkat, kondisi skuat juga belum sepenuhnya bugar. Membuat pelatih Persebaya, Bernardo Tavares mengakui timnya menghadapi pekan yang tidak mudah.
“Kita mempunyai waktu satu hari lebih sedikit untuk mempersiapkan pertandingan dibandingkan tim lawan,” kata pelatih asal Portugal itu.
Ia juga menyebut sejumlah pemain mengalami cedera dan demam sehingga kondisi tim belum maksimal karena beberapa pemain cedera, beberapa pemain demam.
"Kami tidak dalam kondisi 100%. Untungnya kita berangkat malam hari agar para pemain bisa tidur dan lalu lintas lebih lancar,” imbuhnya.
Menurutnya, saat ini prioritas pertama tim adalah memastikan pemain mendapat waktu istirahat cukup sebelum bertanding.
Meski Persijap berada di papan bawah klasemen sementara BRI Super League 2025/26, pelatih berlisensi UEFA Pro itu menegaskan laga ini tidak akan mudah. Ia melihat performa kandang Persijap patut diwaspadai.
“Kita akan menghadapi tim yang kuat di kandang. Jika anda ingat, Persijap selalu menang di pertandingan kandang terakhir mereka. Mereka menang melawan Madura United, mereka menang melawan PSM,” tutur Bernardo Tavares.
Ia melihat Persijap memiliki energi tambahan saat bermain di hadapan pendukung sendiri.
“Tapi saya harap siapa pun yang akan bermain di starting eleven dan yang masuk dari bangku cadangan bisa memiliki sikap yang baik," sambungnya.
Karena itu, Persebaya harus menyiapkan mental dan fokus lebih karena intensitas pertandingan yang tinggi tidak akan menjadi laga yang mudah.
"Jika kita berpikir bakal menjadi pertandingan yang mudah, Kita sudah mulai kalah. Jadi, kita perlu fokus, bekerja keras untuk mencoba memainkan pertandingan yang bagus,” pungkas Bernardo Tavares.