SEMARANG -- Persib Bandung harus menelan pil pahit usai dipaksa menyerah dengan skor 1-2 oleh Java United FC pada laga pekan kesembilan BRI Super League 2026/27 di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (8/11) malam. Hasil minor ini menandai kekalahan ketiga bagi skuat Maung Bandung di kancah domestik musim ini setelah gagal mengantisipasi skema permainan disiplin tuan rumah.
Dua gol Java United dicetak oleh Ciro Alves menit ke-5 dan Gustavo Almeida menit ke-19. Sedangkan satu gol balasan Persib dicetak oleh Balsa Sekulic di menit ke-70.
Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, mengakui ketangguhan organisasi permainan Java United sejak menit awal. Dirinya telah mewaspadai potensi bahaya dari skema serangan balik cepat yang menjadi senjata utama tim lawan.
"Mengenai pertandingan, setelah sembilan pertandingan, kami datang untuk menghadapi tim yang bagus dan terorganisasi dengan baik. Kami tahu pertandingan ini akan sulit, terutama dalam mengantisipasi serangan balik lawan," kata Igor Tolic.
Mantan asisten pelatih Bojan Hodak ini membedah kegagalan armadanya dalam menjaga kedisiplinan formasi sepanjang paruh pertama. Alih-alih bermain sabar, para penggawa Pangeran Biru justru terpancing bermain tergesa-gesa hingga meninggalkan celah besar di area pertahanan sendiri.
"Kami ingin menjaga kestabilan permainan pada babak pertama. Namun, seperti yang bisa dilihat, kami terlalu terburu-buru dengan terlalu banyak pemain yang maju ke depan. Kami kehilangan struktur permainan, tidak mampu menyelesaikan sejumlah peluang, dan justru memberikan kesempatan kepada lawan untuk melancarkan serangan balik," terangnya.
Kelengahan tersebut harus dibayar mahal ketika Java United tampil klinis memanfaatkan peluang pertama yang didapat, disusul lahirnya gol kedua yang membuat posisi Maung Bandung kian terdesak. "Kemudian, dari tembakan pertama mereka yang mengarah ke gawang, kami kebobolan. Setelah itu, gol kedua juga tercipta. Menghadapi tim seperti ini, sangat sulit untuk mencetak gol," tutur Tolic mengenai situasi sulit di lapangan.
Meski mencoba merespons dengan meningkatkan gelombang tekanan di babak kedua, rapatnya lini pertahanan lawan membuat rentetan peluang Persib gagal berbuah gol penyelamat hingga peluit panjang berbunyi.
"Pada babak kedua, mereka bertahan, sementara kami menciptakan cukup banyak peluang. Namun, pada akhirnya kami tetap kalah," pungkas Tolic, sambil ungkap rasa kecewanya karena belum mampu memberikan hasil terbaik bagi para pendukung yang rela menempuh perjalanan jauh ke Semarang.