YOGYAKARTA -- PSIM Yogyakarta sedang dalam rasa penasaran yang tinggi untuk dapat merasakan kemenangan perdananya. Berlaga di pekan kelima BRI Super League 2026/27, PSIM akan menjamu PSM Makassar pada laga di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (16/10) kickoff 15.30 WIB.
Laskar Mataram memang sedang dalam posisi yang tak mengenakkan dengan hasil tiga kekalahan beruntun di empat laga awal musim ini.
Setelah main imbang 1-1 lawan Persita Tangerang di laga home, PSIM tak kuasa menahan para lawannya dan kalah masing-masing 0-1 atas Persebaya di Surabaya, 1-2 dari Madura United di laga away dan terkini takluk 0-4 dari Persija Jakarta di laga home.
Akibatnya, PSIM kini terperosok di peringkat ke-16 dari 18 tim alias tiga terbawah. Memang masih banyak pertandingan tersisa musim ini. Namun jika tak segera bangkit, alarm tanda bahaya bagi PSIM bisa saja menyala.
“Bicara tentang persiapan, kondisi pemain kita bagus, semua pemain sudah siap untuk laga besok. Dan setelah kekalahan dari laga lawan Persija lalu, saya sudah menemui para pemain dan berbicara banyak hal dengan pemain,” ucap pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, Kamis (15/10).
Pelatih asal Belanda itu juga mengaku paham serta mengerti apa yang dirasakan oleh para suporter PSIM. Satu poin dari empat laga tentu bukan hasil yang bisa membuat tersenyum puas.
“Saya paham dengan kekhawatiran yang mereka rasakan. Kami telah memainkan empat laga dan baru bisa meraih satu poin. Kami juga punya kekhawatiran yang sama. Saya sepenuhnya bisa paham adanya kekhawatiran dari suporter,” ujar Van Gastel lagi.
Dia menyebut PSIM sudah melakukan pembenahan dari hasil evaluasi laga-laga yang sudah dijalani. “Saya memikirkan bagaimana kami memperbaiki diri setiap hari. Saya terus mengevaluasi apa yang sudah kami lakukan dengan baik dan apa yang masih perlu diperbaiki,” ucapnya menambahkan.
“Tentu saja kami ingin mendapat poin sesegera mungkin. Dan kami sadar situasi ini, baik para pemain, staf, maupun saya sendiri. Kami tahu bahwa kami harus segera mendapat poin,” pungkasnya.