PSIM Orbitkan Kiper Muda 16 Tahun

PSIM Orbitkan Kiper Muda 16 Tahun

12 Agustus 2026

SUPER LEAGUE 2026-27 PSIM YOGYAKARTA

YOGYAKARTA -- PSIM Yogyakarta resmi mengorbitkan penjaga gawang muda dari skuad Elite Pro Academy (EPA) U16 musim 2025/26 menuju tim senior untuk Super League 2026/27, bernama Athaullah Daib. Pemain ini mendapat kesempatan satu musim penuh untuk bergabung dan berlatih bersama tim senior.

Pelatih Kepala PSIM Yogyakarta, Jean Paul van Gastel menyambut gembira kehadiran talenta berusia 16 tahun tersebut di lapangan. Juru taktik asal Belanda ini memiliki rekam jejak panjang membina pesepakbola muda di Akademi Feyenoord Rotterdam.

“Saya sangat senang bekerja dengan talenta-talenta muda. Kami mengundang anak ini berlatih bersama kami karena ia baru berusia 16 tahun dan performanya cukup baik. Jadi, kami memutuskan untuk mempertahankannya dan mencoba mengembangkan potensinya," kata Van Gastel.

Pelatih kiper PSIM, Mario Capece, memberikan porsi latihan khusus kepada Daib selama masa observasi tim pelatih. “Tim pelatih merekomendasikannya kepada kami. Kemudian, Mario melatihnya secara khusus dan saya sempat memantau beberapa kali. Saya melihat anak ini memiliki potensi yang sangat besar,” tambah Van Gastel.

Menurut pelatih asal Belanda tersebut, promosi Daib menuju skuad utama merupakan sinyal positif bagi klub terkait perkembangan usia muda.

“Hal ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi akademi kami bahwa para pemain muda memiliki masa depan yang cerah di klub ini. Kami juga sedang mempertimbangkan apakah ada pemain berbakat lainnya yang dapat kami promosikan ke tim Utama,” tegasnya.

Disisi lain, promosi menuju skuad utama Laskar Mataram membawa kebanggaan tersendiri bagi pemuda kelahiran 9 April 2010 ini. Pelajar kelas 11 SMA Negeri 2 Playen tersebut merasa bersyukur atas pencapaiannya saat ini.

Daib memandang promosi ini sebagai hasil jerih payahnya selama menimba ilmu di akademi PSIM. “Pertama-tama, saya mengucapkan Alhamdulillah karena sudah bisa masuk ke dalam tim senior pada usia 16 tahun ini,” ujarnya.

Remaja asli Gunungkidul tersebut menganggap kesempatan berharga ini sebagai wujud nyata dari impiannya di masa kecil.

“Dahulu hal ini selalu terbawa ke dalam mimpi. Saya sering bermimpi bisa bermain di tim senior, dan alhamdulillah sekarang mimpi tersebut sudah menjadi kenyataan," ujar pemain yang mengidolakan Thibaut Courtois tersebut.

Berlatih bersama sosok lebih senior serta pelatih asal Benua Biru memberikan banyak pelajaran berharga. “Bagi saya pribadi, saya cukup senang bisa dilatih oleh pelatih asing asal Eropa yang membawa budaya sepak bola Eropa ke Indonesia,” ucap Daib.

Pengalaman bertanding ke Swedia bersama Tim Barati pada 2023 lalu makin memacu semangatnya mengejar target level tinggi. “Iya, kalau target untuk masuk tim nasional itu pasti ada,” tambahnya.

Meski didaftarkan untuk tim senior, Daib menegaskan bahwa dirinya tetap bisa bermain untuk tim kelompok umur apabila dibutuhkan. “Saya didaftarkan di tim senior, tetapi tetap bisa bermain untuk tim EPA juga,” tegasnya.