YOGYAKARTA -- Sektor penyerangan PSIM Yogyakarta dipastikan kian solid menjelang bergulirnya kompetisi Super League musim 2026/27. Laskar Mataram resmi menambah amunisi pemain sayap asal Kosta Rika, Marvin Loria, Sabtu (8/8).
Pemain bernama lengkap Marvin Antonio Loria Leiton ini dihadirkan manajemen guna melengkapi jajaran pemain asing sekaligus menambah daya gedor tim. Perekrutan Loria ini sekaligus mengakhiri pergerakan klub pada bursa transfer pemain awal musim ini.
Manajer PSIM, Iksan Mahar, menegaskan bahwa seluruh kebutuhan skema permainan telah terpenuhi. Tim pelatih kini fokus memantapkan persiapan akhir menjelang laga perdana kompetisi.
“Marvin Loria ibarat pelengkap dari puzzle susunan skuad PSIM jelang musim 2026/27. Kedatangannya mengakhiri aktivitas kami mendatangkan pemain baru jelang Super League bergulir per 4 September mendatang,” ujar Iksan.
Pengalaman mumpuni Loria sewaktu merumput di Kosta Rika serta Amerika Serikat menjadi nilai tambah bagi tim. Jam terbang tinggi tersebut diharapkan bisa membantu tim di pos sayap.
Kehadiran mantan pemain Benfica B Liga Portugal ini diyakini bakal memberi warna baru pada pola penyerangan Laskar Mataram. Manajemen berharap sektor sayap tim semakin hidup dan menghadirkan ketajaman di lini depan.
“Besar dan tumbuh dari kompetisi sengit di Kosta Rika dan Amerika Serikat, Loria amat diharapkan menjadi penyeimbang lini serang di sisi sayap. Pengalaman Loria juga dapat menjadi teladan bagi pemain-pemain lokal yang berposisi serupa dengan dirinya,” lanjut Iksan.
Pemain kelahiran 24 April 1997 ini dikenal memiliki keunggulan fleksibilitas posisi di area depan. Kemampuan adaptasi taktik tersebut menjadi modal berharga untuk menyokong kebutuhan strategi tim pelatih.
Iksan optimistis sang pemain dapat menyatu dengan cepat bersama rekan-rekan setimnya. Skema permainan yang telah dirancang diyakini makin padu dengan kehadiran amunisi baru ini.
“Kemampuan Loria menempati beberapa posisi dalam sistem serangan, itu membuatnya sebagai tambahan yang dapat bermanfaat bagi rencana taktik Coach Jean Paul Van Gastel,” pungkas Iksan.