BANTUL – PSIM Yogyakarta akan menjamu Persebaya Surabaya di laga pekan ke-18 BRI Super League 2025/26 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (25/1) kickoff 15.30 WIB. Untuk laga perdana putaran kedua ini, PSIM mewaspadai benar kekuatan baru Persebaya yang dipimpin pelatih Bernardo Tavares.
Pertandingan nanti menjadi awal ujian konsistensi Laskar Mataram yang sepanjang putaran pertama lalu berhasil dijaga. Meski berstatus sebagai tim promosi, PSIM terbukti mampu menunjukkan kualitas kompetitif dengan bersaing di papan atas.
Saat ini PSIM ada di peringkat ke-6 dengan koleksi 30 poin, terpaut satu strip saja dari Persebaya yang ada di posisi ke-7 dengan nilai 28.
Laskar Mataram sendiri sudah dihadapkan pada jadwal padat dalam beberapa pekan mendatang. Ini juga yang membuat tim pelatih memutuskan untuk meningkatkan intensitas latihan fisik sebelum rentetan pertandingan dimulai dari laga lawan Persebaya nanti.
“Kami sedikit fokus pada aspek fisik karena program latihan sekarang akan sangat padat. Jadi sekarang adalah waktunya menggenjot fisik karena dalam beberapa minggu kedepan kami tidak bisa latihan fisik lagi,” ujar Van Gastel.
Melawan Persebaya nanti, ternyata PSIM masih belum bisa tampil dengan kekuatan terbaik akibat pemain yang belum pulih dari cedera. “Yusaku Yamadera masih cedera, dia sudah kembali ke lapangan tapi belum bergabung dengan tim. Donny Warmerdam belum pulih benar, Anton Fase juga belum siap,” kata Van Gastel lagi.
Terkait kekuatan Persebaya, pelatih asal Belanda itu menegaskan mewaspadai benar kekuatan sang lawan nanti. “Pelatih baru, baru saja masuk ke Persebaya, dia melatih satu pertandingan dan mereka menang lawan Malut United FC. Itu hasil yang sangat bagus buat mereka,” ungkap Van Gastel lagi.
Perubahan komposisi pemain dan strategi di kubu Persebaya menjadi perhatian khusus bagi tim pelatih PSIM. Van Gastel menilai situasi ini membuat pola permainan lawan sulit ditebak. “Jadi susah diprediksi bagaimana mereka akan menghadapi kami karena ini bakal jadi pertandingan yang berbeda. Mereka mendatangkan beberapa pemain baru dan pelatih baru,” ucapnya lagi.
Van Gastel sendiri menaruh respek tinggi terhadap pelatih anyar Persebaya, Bernardo Tavares, yang memiliki rekam jejak baik di Liga Indonesia. “Menurut saya itu pencapaian hebat jika Anda bisa jadi juara di sebuah liga. Jelas kami harus sangat tajam dan sangat fokus,” pungkasnya.