BEKASI – PSIS Semarang U19 harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 0-0 melawan PSMS Medan U19 pada laga perdana putaran kedua Elite Pro Academy (EPA) Championship U19 Grup C. Pertandingan tersebut berlangsung di Lapangan 1 Akademi Sepak bola Garudayaksa, Bekasi, pada Minggu (19/4).
Meski gagal meraih poin penuh, Pelatih PSIS U19, Dicky Firasat, mengaku cukup puas dengan perkembangan anak asuhnya. Ia menilai tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar Muda itu menunjukkan progres yang positif secara permainan.
"Alhamdulillah di pertandingan keempat ini anak-anak semakin ke sini semakin progres. Saya senang dengan pertandingan ini, apalagi di babak pertama tim kita menguasai bola dan menciptakan beberapa peluang, cuma memang belum terjadi gol," ujar Dicky usai laga.
Bagi Dicky, hasil akhir bukanlah prioritas utama dalam kompetisi usia muda ini. Ia lebih menekankan pada kematangan individu dan kolektivitas tim di lapangan. Menurutnya, melihat pemain berkembang jauh lebih berharga daripada sekadar angka di papan skor.
"Positifnya banyak, saya melihat anak-anak lebih progres. Itu yang menjadi tujuan kami sebagai pelatih. Kalau masalah hasil itu mungkin nomor sekian karena ini kompetisi usia muda. Yang penting saya melihat pemain berkembang," tambahnya.
Kendati melihat banyak hal positif, Dicky tetap mengantongi sejumlah catatan penting sebagai bahan evaluasi untuk menatap laga berikutnya. Dua aspek utama yang menjadi sorotannya adalah kecepatan dalam merebut kembali bola (transisi negatif) dan ketahanan fisik pemain di pengujung laga.
"Evaluasinya tentu yang pertama saat tim kehilangan bola. Harusnya bisa segera merebut kembali, tapi tadi terlalu lama membiarkan lawan menguasai bola. Kedua, masalah fisik. Saya lihat di babak kedua anak-anak agak sedikit tidak maksimal," ungkap mantan penyerang tersebut.
Menutup keterangannya, Dicky tetap optimistis menatap sisa kompetisi. Ia yakin peluang PSIS U19 untuk melangkah lebih jauh masih terbuka lebar selama tim terus konsisten melakukan perbaikan.