BEKASI -- Gelandang andalan Garudayaksa FC di kompetisi BRI Super League 2026/27, Septian David Maulana membagikan sejumlah cerita menarik seputar perjalanan karier, kehidupan pribadi, hingga kebiasaan uniknya di luar lapangan hijau. Hal tersebut diungkapkan dalam sesi bincang-bincang santai yang diunggah melalui kanal YouTube resmi Garudayaksa Official.
Salah satu sorotan menarik dari karier Septian adalah pilihan nomor punggungnya. Ia mengungkapkan bahwa nomor 29 yang ia kenakan memiliki makna personal yang kuat, yakni tanggal lahirnya (tanggal 2 bulan 9).
"Dulu sebenarnya nomor saya 9. Cuma, karena mungkin nomor 9 itu mayoritas dipakai striker atau pemain asing, akhirnya saya ganti nomor 29," ujar Septian David Maulana.
Ia juga mengenang momen membanggakan saat dinobatkan sebagai best player (pemain terbaik) di ajang Piala Pelajar Asia. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi batu loncatan penting serta motivasi besar untuk menembus skuad Tim Nasional Indonesia di usia muda.
Di luar kesibukannya sebagai atlet profesional, Septian ternyata memiliki hobi mengoleksi atribut sepak bola. Ia rutin mengumpulkan sepatu bola serta bertukar jersey dengan pemain dari tim-tim lawan, mulai dari Persija Jakarta, Persik Kediri, hingga Persib Bandung.
Ketika disinggung mengenai lawan terberat di lapangan, ia mengenang betapa tangguhnya tim-tim kuat masa lalu seperti Dominggus Fakdawer yang sempat membela Persipura atau saat Nick Kuipers berseragam Persib Bandung.
Menghadapi pertandingan ketat, Septian mengaku tidak memiliki ritual khusus yang rumit. Hal paling utama yang selalu ia lakukan sebelum memasuki lapangan adalah berdoa serta menghubungi orang tua, istri, dan anak untuk meminta restu.
Sementara itu, jika merindukan kampung halaman atau wisata kuliner, ia menyebutkan kecintaannya pada Kota Semarang, dengan Lawang Sewu sebagai tempat wisata favorit, serta deretan makanan khas seperti lumpia, wingko babat, gado-gado, hingga menu rumahan sederhana seperti sayur asem, ayam goreng, pete, dan sambal.