SURABAYA – Teka-teki mengenai kesiapan legiun asing Persebaya Surabaya, Bruno Paraiba, menjelang pekan ke-26 BRI Super League 2025/26 akhirnya terjawab dengan kepastian bahwa sang pemain belum mencapai kondisi bugar sepenuhnya. Meski kontribusinya sangat dinantikan, tim pelatih memilih bersikap konservatif demi menghindari risiko cedera yang lebih fatal bagi penyerang asal Brasil tersebut.
Manajemen pemulihan Paraiba kini dilakukan secara ekstra hati-hati di bawah pengawasan ketat departemen medis Bajul Ijo. Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menegaskan bahwa dirinya tidak ingin berjudi dengan memaksakan pemain yang baru mencatatkan total 43 menit bermain dalam dua laga tersebut untuk tampil sebagai starter.
"Saat ini dia tidak dalam kondisi baik, sayangnya. Dia mulai membaik tetapi kami mencoba untuk terus dekat dengan departemen medis guna melakukan semua prosedur yang mereka anggap lebih baik agar dia dapat pulih dengan cepat," tutur Tavares.
Tavares menjelaskan bahwa keputusan memberikan menit bermain yang sangat singkat pada laga kontra Borneo FC Samarinda, 7 Maret lalu, murni berdasarkan pertimbangan medis. Dalam laga yang berakhir dengan kekalahan 1-5 tersebut, Paraiba hanya merumput selama 24 menit setelah menggantikan Milos Raickovic.
Padahal, ekspektasi terhadapnya sangat tinggi menyusul debut manisnya pada 25 Januari silam. Saat itu, ia sukses mencetak gol hanya tiga menit setelah masuk sebagai pengganti (menit ke-74) dalam kemenangan 3-0 melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung.
Kehati-hatian staf pelatih didasari kekhawatiran akan stabilitas fisik sang pemain. Jika dipaksakan tampil dalam durasi lama, stamina Paraiba dikhawatirkan ambruk dan memicu cedera kambuhan yang bisa mengakhiri musimnya lebih cepat.
"Kami perlu berhati-hati dengan para pemain ini karena mereka ingin bermain, tetapi kemudian kami memiliki risiko bahwa stamina mereka tidak bagus dan setelah itu mengalami masalah serta cedera lagi," jelas pelatih berkebangsaan Portugal tersebut.
Tavares meminta Bonek dan Bonita untuk bersabar hingga sang playmaker benar-benar dinyatakan pulih total oleh dokter tim, agar ia bisa memberikan kontribusi maksimal di laga-laga krusial selanjutnya tanpa bayang-bayang cedera.
Alhasil kecil kesempatan para pendukung Persebaya untuk melihat performa pemain berusia 31 tahun itu sejak menit-menit awal menjamu Persita di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (4/4) mendatang. Pasalnya, pemulihan Paraiba kini menjadi prioritas utama karena pengaruhnya yang vital dalam skema penyerangan tim asal Kota Pahlawan tersebut.