MALANG - Ada suasana berbeda yang menyelimuti langkah Malut United FC sebelum menjalani laga tandang pekan ke-26 BRI Super League 2025/26 melawan Arema FC, Jumat (3/4) sore.
Sebelum menggelar latihan resmi di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kamis (2/4) sore tim menyempatkan diri berkunjung ke Pintu 13, lokasi yang menjadi simbol duka dalam tragedi sepak bola Indonesia.
Di tempat itu, para pemain dan ofisial menggelar doa bersama untuk para korban sambil menaburkan bunga.
“Kami sudah berkunjung ke Pintu 13 dan melakukan doa bersama. Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah,” ujar pelatih Malut United Hendri Susilo.
Momen tersebut menjadi pengingat bahwa sepak bola bukan hanya soal pertandingan, tetapi juga tentang kemanusiaan dan empati.
Di tengah sisa kompetisi musim ini yang sengit, Malut United tetap menjaga fokus menghadapi pertandingan penting. Persiapan yang dilakukan selama sepekan di Yogyakarta menjadi bekal utama untuk menghadapi tekanan di kandang Arema FC.
Apalagi situasi di kampung halaman Maluku Utara yang sempat diguncang gempa bumi juga tidak luput dari perhatian. Namun, Hendri memastikan kondisi tim tetap stabil.
“Kami mendapatkan kabar bahwa keadaan sudah membaik. Kejadian gempa tidak akan mengganggu fokus kami,” katanya.
Seperti diketahui persaingan papan atas BRI Super League 2025/26 kian memanas jelang memasuki fase akhir musim. Malut United saat ini bertengger di posisi keempat klasemen sementara dengan perolehan 45 poin.
Tetapi posisi tersebut masih jauh dari kata aman. Jarak poin yang tipis membuat tekanan terus datang dari para pesaing terdekat. Persita Tangerang dan Bhayangkara Presisi Lampung FC sama-sama memperoleh 41 poin, hanya terpaut empat angka dari Malut United.
Sehingga situasi ini membuat setiap pertandingan menjadi krusial bagi Laskar Kie Raha. Kehilangan poin sedikit saja bisa membuat mereka tergeser dari zona empat besar yang menjadi target realistis tim hingga akhir musim.