LAMONGAN -- Persela Lamongan gagal meraih hasil maksimal dalam tiga pertandingan terakhir Pegadaian Championship 2026/27. Laskar Joko Tingkir selalu kebobolan pada menit-menit akhir sehingga kehilangan poin penting.
Teranyar, Persela harus puas berbagi poin dengan De Red FC setelah pertandingan pekan ketujuh di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (25/10), berakhir imbang 2-2. Keven mencetak gol penyeimbang bagi De Red FC pada menit tambahan waktu.
Sebelumnya, Persela juga kehilangan poin saat menghadapi RANS Nusantara FC di Malang. Gol Aqsa Aqyuba pada menit ke-82 membuat Laskar Joko Tingkir harus mengakui keunggulan RANS Nusantara.
Kejadian serupa terjadi saat Persela menghadapi Deltras FC. Gol Achmad Dwi pada menit ke-88 memaksa pertandingan berakhir imbang 1-1.
Rentetan hasil itu menjadi perhatian pelatih Persela, Bima Sakti. Dia mengaku akan mengumpulkan para pemain untuk mencari tahu penyebab timnya kerap kebobolan pada menit-menit akhir pertandingan. “Nanti saya akan tanya ke pemain satu persatu. Semua kami kumpulin apa problemnya. Karena mereka merasakan di dalam (lapangan),” jelasnya.
Bima mengatakan, selama pertandingan, komunikasi dengan asisten pelatih juga terus dilakukan, terutama dalam menentukan pergantian pemain.
Saat ini, menurut dia, hal terpenting adalah memastikan para pemain segera bangkit dari rentetan hasil kurang maksimal tersebut. Sebab, peluang Persela untuk bersaing masih terbuka dengan banyaknya pertandingan yang tersisa.
Persela selanjutnya akan menjamu Persipura Jayapura di Stadion Surajaya, Lamongan, Sabtu (31/10). Laga itu menjadi kesempatan bagi Laskar Joko Tingkir untuk kembali ke jalur kemenangan.
“Peluang kami masih terbuka. Masih banyak pertandingan. Dan kami tidak boleh semakin down, apalagi putus asa,” tukasnya.