BEKASI — Tim muda Persik Kediri U16 siap mengukir sejarah baru saat menatap laga final Elite Pro Academy (EPA) Super League melawan Persis Solo U16. Pertandingan penentu gelar juara ini dijadwalkan berlangsung di Lapangan Akademi Garudayaksa, Bekasi, pada Sabtu (16/5).
Menjelang partai puncak tersebut, Pelatih Persik Kediri U16, Astino Taufik, mengungkapkan bahwa secara teknis tidak ada rombakan besar-besaran dalam persiapan timnya. Ia memilih untuk menjaga rutinitas anak asuhnya agar tetap bermain lepas tanpa beban.
"Persiapan seperti biasa saja, tidak ada yang berubah seperti babak penyisihan. Penekanannya hanya ini pertandingan memang namanya final, mungkin motivasi lebih saja," ujar Astino.
Terlepas dari status laga yang memperebutkan trofi juara, Astino menggarisbawahi bahwa pencapaian terbesar skuatnya musim ini adalah konsistensi performa di sepanjang kompetisi. Bagi pelatih muda ini, esensi utama dari pembinaan usia muda (youth development) adalah memberikan panggung seluas-luasnya bagi para pemain untuk berkembang.
"Tapi pada dasarnya, pemain-pemain ini yang paling penting sudah main sekitar 36 pertandingan di babak reguler itu untuk menambah jam terbang dan jam menit bermain mereka," jelasnya.
"Dan itulah saya rasa yang paling penting di level youth development—bagaimana mereka bisa bermain sebanyak mungkin dan bermain sesering mungkin di intensitas yang tinggi, melawan (tim) yang bagus, dan atmosfer kompetisi yang bagus," tambahnya lagi.
Meskipun kedua tim belum pernah bertemu di babak reguler karena perbedaan format pembagian grup, tim pelatih Persik U16 mengaku sudah mengantongi kekuatan lawan. Secara khusus, Astino menyoroti skema bola mati (set piece) Laskar Sambernyawa Muda yang dinilai sangat produktif.
"Persis U16 kita tahu tim bagus juga. Kita enggak pernah ketemu di babak reguler karena format yang dibagi dua. Tapi pada dasarnya kita waspada sama permainan Persis ya, khususnya dari set piece-set piece mereka. Karena kita lihat di statistik, sepertinya gol set piece mereka lumayan banyak," tutur Astino memaparkan hasil analisisnya.
Ia memprediksi laga esok hari akan berjalan sengit mengingat Persis U16 merupakan tim dengan organisasi permainan yang solid. Namun, alih-alih merasa tertekan, Astino justru menyambut tantangan tersebut dengan positif demi perkembangan mental bertanding anak asuhnya.
"Pada dasarnya, saya rasa semua tim, apalagi tim-tim yang memang punya kekuatan strength dari organisasi yang baik, pasti akan memberikan perlawanan yang cukup keras dan cukup kuat. Dan saya rasa itu yang bagus buat kita nanti," katanya.
"Mudah-mudahan pertandingan final nanti berjalan dengan seru, dengan banyak tukar serangan, dan mudah-mudahan bisa menambah pengalaman sesama pemain dengan bertanding di level yang cukup tinggi," pungkasnya optimistis.