BEKASI – Persik Kediri U16 bersiap mengukir sejarah baru saat menatap laga final Elite Pro Academy (EPA) Super League melawan Persis Solo U16. Pertandingan penentu gelar juara ini dijadwalkan berlangsung di Lapangan Akademi Garudayaksa, Bekasi, pada Sabtu (16/5).
Menjelang laga krusial tersebut, COO Persik Kediri, Arthur Irawan memberikan apresiasi tinggi sekaligus motivasi membakar semangat bagi para penggawa muda Macan Putih. Ia menekankan bahwa keberhasilan menembus partai final adalah bukti kerja keras luar biasa dari seluruh elemen tim.
"Saya mengucapkan terima kasih atas perjuangan membela lambang di dada. Sekarang ada kesempatan untuk juara EPA Super League U16. Ini pencapaian luar biasa. Terima kasih kepada pemain, Coach Tino, tim pelatih, maupun staf untuk musim ini," ujar Arthur.
Arthur menegaskan bahwa manajemen Persik Kediri sangat serius dalam urusan pembinaan pemain muda. Menurutnya, laga final ini bukan sekadar mengejar trofi, melainkan panggung bagi para pemain untuk membuktikan layak naik kelas ke level profesional.
Ia menjanjikan bahwa musim depan, pintu tim utama akan terbuka bagi para pemain EPA yang menunjukkan performa konsisten. Hal ini sejalan dengan filosofi klub yang ingin mengandalkan talenta lokal di masa depan.
"Kenapa tidak kalau ada beberapa pemain di sini yang ke depannya bisa main di tim utama? Kesempatan itu ada di Persik. Fokus kita ke depan memang pada pembinaan. Saya yakin suatu hari kalian bisa main di Super League maupun tim nasional," tambahnya.
Lebih lanjut, Arthur menyoroti gaya bermain Persik U16 yang dinilai sudah selaras dengan identitas tim senior di bawah asuhan pelatih Marcos Reina. Karakter permainan dari kaki ke kaki menjadi nilai tawar utama yang ingin dipertahankan oleh manajemen.
"Di Kediri, kita klub kekeluargaan. Cara kalian bermain sudah sesuai dengan apa yang dimaukan pelatih utama, Marcos Reina. Identitas Persik adalah permainan kaki ke kaki. Tapi ingat, the job’s not finished. Tinggal satu pertandingan lagi, sayang kalau tidak dimenangkan," tegas Arthur.
Menutup arahannya, Arthur meminta para pemain untuk mulai mengubah pola pikir dari sekadar "pemain bola" menjadi seorang "atlet" yang profesional, terutama bagi mereka yang nantinya akan bergabung dalam sesi latihan tim utama musim depan.
Laga final esok hari diharapkan menjadi momentum kebangkitan pembinaan usia dini di Kediri, sekaligus mengukuhkan posisi Persik Kediri sebagai salah satu produsen talenta muda terbaik di sepak bola Indonesia.