BANTUL – Winger PSIM Yogyakarta, Andi Irfan dipastikan bakal mengenang momen istimewanya di laga pekan ke-32 BRI Super League 2025/26. Bagaimana tidak, pemain berusia 24 tahun itu akhirnya berhasil mencetak gol perdananya untuk Laskar Mataram di penghujung musim ini.
Berlaga di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (10/5) malam, Andi Irfan menyumbang satu gol saat PSIM menang 2-0 atas Malut United FC.
Di laga kemarin malam, Andi Irfan baru dimainkan sejak menit ke-72. Dan pada masa injury time tepatnya menit 90+5, Andi Irfan melakukan akselerasi di dalam kotak penalti usai menerima umpan terobosan dari M Iqbal dan menyelesaikannya dengan tendangan keras kaki kanan yang mampu menjebol gawang Malut United.
Satu gol lainnya dari PSIM lahir lewat titik penalti hasil eksekusi Ze Valente di menit 45+13.
Andi Irfan mengaku bersyukur timnya akhirnya kembali meraih tiga poin setelah penantian panjang.
“Alhamdulillah pertandingan kali ini kita diberi tiga poin. Hasil pertandingan yang kita tunggu-tunggu, akhirnya bisa menang juga. Semoga kedepannya kita bisa lebih baik lagi di pertandingan selanjutnya,” kata Andi Irfan.
Memang, bidikan PSIM Yogyakarta untuk dapat mengulangi hasil manis atas Malut United seperti di laga putaran pertama lalu akhirnya terwujud. Skor kemenangan kali ini ternyata juga sama dengan hasil di putaran pertama lalu saat PSIM unggul dua gol tanpa balas atas Malut United pada laga pekan ke-4 silam saat laga digelar di Ternate.
Dan kemenangan pada laga pekan ke-32 ini terasa cukup spesial bagi PSIM karena di delapan laga beruntun sebelumnya, tak mampu mencatat kemenangan. Dari delapan laga itu, PSIM hanya mampu mencatat tiga hasil imbang dan lima kekalahan.
PSIM kini ada di peringkat ke-11 di papan klasemen sementara dengan koleksi 42 poin.
Andi Irfan sendiri yang biasa beroperasi sebagai sayap kanan atau sayap kiri, musim ini baru mendapatkan kesempatan pada 14 dari 32 pertandingan yang sudah dijalani PSIM. Menit bermainnya juga masih belum terlalu banyak yakni total 225 menit.
Memang pemilik nomor punggung 17 di PSIM ini bukanlah pilihan utama pelatih Jean Paul Van Gastel di sektor sayap. Namun setidaknya sumbangan satu gol dan satu asisst musim ini cukup memberikan bukti positif.