MALANG - Kemenangan telak Arema FC atas PSM Makassar pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/26 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (9/5) sore, bukan hanya soal ketajaman lini depan.
Tetapi juga keberhasilan perubahan taktik yang dilakukan pelatih Marcos Santos sepanjang musim ini.
Jika di awal kompetisi tim lebih sering menggunakan skema empat bek, kini Singo Edan tampil lebih solid dengan formasi lima bek dan Betinho yang ditarik lebih ke area pertahanan.
Perubahan itu ternyata bukan keputusan instan. Dia mengungkapkan bahwa situasi tim memaksanya mencari solusi baru demi menjaga stabilitas permainan tim.
“Sebenarnya bagi saya ini juga pengalaman baru untuk semakin mengenal Liga Indonesia seiring berjalannya putaran dan pertandingan. Dan karena kebutuhan tim juga, ada momen ketika kami hampir tidak memiliki bek tengah,” ujar pelatih berusia 46 tahun itu.
Apalagi cedera yang menimpa sejumlah pemain belakang membuat Arema harus beradaptasi cepat. Dalam beberapa pertandingan sebelumnya, Singo Edan kerap kesulitan menjaga pertahanan dan terlalu mudah kebobolan.
Situasi itu membuatnya mengambil keputusan penting dengan memperkuat struktur bertahan tim.
“Karena itu kami harus membangun struktur pertahanan yang lebih baik karena sebelumnya kami terlalu banyak kebobolan. Dan ternyata itu cocok,” imbuhnya.
Sementara itu peran Betinho menjadi salah satu perubahan paling mencolok dalam skema baru Arema FC. Gelandang asal Brasil itu kini lebih sering turun membantu pertahanan untuk menjaga keseimbangan permainan.
Hasilnya mulai terlihat dalam laga melawan PSM. Arema tampil jauh lebih disiplin saat bertahan dan mampu meredam agresivitas lini depan Juku Eja.
PSM memang sempat mendapatkan sejumlah peluang berbahaya melalui Rizky Eka dan Yuran Fernandes, namun koordinasi pertahanan Arema FC terlihat jauh lebih rapi dibanding pertandingan sebelumnya.
Penjaga gawangnya juga tampil lebih tenang karena mendapat perlindungan lebih baik dari lini belakang. Bahkan hingga laga berakhir, tim berjuluk Singo Edan sukses mencatat clean sheet penting di tengah tekanan yang cukup besar.
“Tetapi semua itu para pemain yang sudah mulai memahami ketika ada perubahan sistem permainan, bahkan tanpa mengganti pemain atau komposisi tim,” kata Marcos Santos.
“Mereka sudah bisa memahami perubahan sistem tersebut. Jadi ini adalah kredit untuk para pemain karena mereka mengerti model permainan yang dimiliki Arema saat ini,” pungkasnya.