PADANG – Semen Padang FC kembali harus menelan kekalahan menyakitkan di laga home. Berlaga di pekan ke-28 BRI Super League 2025/26 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Senin (20/4) sore, Kabau Sirah kalah 0-2 dari sang tamu, Persijap Jepara.
Dua gol Laskar Kalinyamat yang menenggelamkan Semen Padang diciptakan pada babak pertama yakni lewat aksi cerdik Rendi Saepul menit ke-38 dan tendangan penalti Carlos Franca di menit ke-45.
Kekalahan ini menjadi kekalahan ketiga secara beruntun yang dialami Semen Padang FC dan menjadi kekalahan ke-18 bagi anak asuhan pelatih Imran Nahumarury.
Hasil buruk ini juga membuat Semen Padang tak beranjak dari peringkat 17 klasemen sementara dengan koleksi 20 poin hasil dari lima kali menang, lima kali imbang dan 18 kali kalah.
Sedangkan bagi Persijap, tambahan tiga poin dari Padang membuat Persijap kini mengoleksi 28 poin dan ada di peringkat ke-13.
“Apa yang kita inginkan tak tercapai. Kecewa pasti. Suporter, pemain, semua kecewa. Apa yang kita buat, tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Tapi kalau tidak ada peluang, ya tidak ada gol. Lawan punya peluang, mereka cetak gol,” kata pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumarury, usai laga.
Dan masih tersisa enam pertandingan lagi musim ini diakui Imran memang semakin berat bagi timnya. “Sulit memang, tapi kita akan terus bekerja keras sampai selesai,” dia menegaskan.
Dia juga kembali menggarisbawahi bahwa kemenangan Semen Padang atas Persijap di putaran pertama lalu di Jepara, memang tidaklah bisa jadi patokan. “Pada putaran kedua, Persijap banyak berubah. Yang pasti, konsentrasi jadi kelemahan kita di laga kali ini dan coba kita respons namun tidak berhasil. Persijap lebih beruntung,” ucapnya lagi.