GIANYAR -- Awal musim baru BRI Super League 2026/27, Bali United FC berhasil berada di jalur positif. Dua laga kandang yang telah dimainkan, melawan PSS Sleman dan Isenmulang Kalteng FC berhasil meraih kemenangan.
Hasil ini menempatkan tim di posisi puncak klasemen sementara dengan perolehan enam poin. Hasil tersebut sekaligus menjadi gambaran awal perkembangan Bali United di bawah arahan pelatih Johnny Jansen.
"Menurut saya, rasanya luar biasa dapat memenangkan dua pertandingan yang jika melihat apa yang kami lakukan selama pramusim dan gaya permainan yang kami inginkan. Menurut saya ini adalah kemajuan besar dibandingkan saat kami memulai musim lalu, itu hal yang sangat bagus," imbuhnya.
Apalagi pada laga kedua Bali United memang menunjukkan produktivitas tinggi pada pertandingan kedua. Meski kemenangan besar tersebut tetap menyisakan sejumlah catatan.
"Kemenangan 4-1 di kandang (atas Isenmulang Kalteng FC) adalah hasil yang bagus. Menurut saya, kami tidak mengawali pertandingan dengan cukup baik. Memang tidak ada peluang besar bagi lawan, tapi mereka sempat menciptakan beberapa momen," ujar pelatih asal Belanda itu.
Setelah itu, kami berhasil mengendalikan jalannya pertandingan. Mencetak empat gol itu bagus, tapi saya rasa kami sebenarnya bisa mencetak lebih banyak lagi. Gol yang bersarang di gawang kami itu terjadi akibat kesalahan kami," ucapnya lagi.
"Jadi, ini kemenangan yang bagus. Saya rasa kami bisa memulai pertandingan dengan lebih baik, namun kami mendominasi sisa laga dengan sangat baik. Kami memainkan sepak bola yang bagus, menciptakan banyak peluang, dan mencetak empat gol. Jadi, saya bangga dengan tim ini," imbuhnya.
Catatan kebobolan tersebut menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Terlebih, Bali United juga kebobolan ketika menghadapi PSS Sleman pada laga pembuka.
Sehingga persoalan tersebut bukan hanya mengenai kesalahan teknis, tetapi juga bagaimana pemain menjaga fokus hingga pertandingan berakhir. Menariknya, reaksi internal tim ketika kebobolan justru dinilai sebagai sisi positif.
"Hal positif lainnya adalah, meskipun lawan akhirnya mencetak gol, kiper kami Mike sangat marah dengan cara kami bertahan saat menghadapi situasi sepak pojok tersebut," kata Johnny Jansen.
"Jadi, mentalitas tim saat ini sangat bagus karena mereka tidak bisa menerima begitu saja saat kebobolan. Ya, mentalitas seperti itulah yang kita butuhkan untuk melangkah ke tahap berikutnya," dia menegaskan.
"Itulah semangatnya dan menurut saya jika kami bisa sedikit lebih baik dalam menjaga fokus, kami akan membuat kemajuan besar untuk masa depan. Melihat bagaimana kami mengawali tahun ini luar biasa, dua pertandingan, enam poin kerja bagus," sambungnya.
Kini enam poin menjadi modal awal bagi Bali United untuk melanjutkan pekan ketiga BRI Super League 2026/27. Tim akan menjalani laga tandang ke Samarinda melawan Borneo FC di Stadion Segiri, Minggu (20/9) mendatang.