BEKASI – PS Barito Putera U19 harus menerima kenyataan pahit dalam laga kedua Elite Pro Academy (EPA) Championship U19. Bertanding di Lapangan Garudayaksa, Bekasi, pada Sabtu (4/4), Laskar Antasari Muda dipaksa menyerah dengan skor 1-3 oleh tuan rumah FC Bekasi City U19.
Barito Putera U19 sebenarnya memulai laga dengan sangat meyakinkan. Pertandingan baru berjalan empat menit, Korneles Howay sudah berhasil menggetarkan jala gawang FC Bekasi City U19, membawa Barito U19 unggul 1-0.
Namun, petaka datang pada menit ke-33 ketika Krisna Vincencius diganjar kartu merah langsung (straight red) oleh wasit. Kehilangan satu pemain menjadi titik balik permainan. FC Bekasi City U19 berhasil memanfaatkan situasi ini dengan mencetak gol penyama kedudukan lewat Muhammad Fajri di menit ke-44.
Di babak kedua, dominasi FC Bekasi City U19 semakin terlihat. Muhammad Zaky membalikkan keadaan pada menit ke-60, dan kemenangan tuan rumah dikunci oleh eksekusi penalti Muhammad Naufal Alfino pada menit ke-87.
Menanggapi hasil minor tersebut, pelatih Barito Putera U19, Deden Surdayani, mengaku tidak terlalu mempersoalkan skor akhir karena melihat adanya progres dari sisi permainan anak asuhnya. Meski begitu, ia menyoroti faktor kekurangan jumlah pemain dan kepemimpinan wasit.
"Bagi saya enggak ada masalah di masalah hasil, karena anak-anak dari pertandingan ini ada progresnya. Cuma kendala itu tadi, jumlah pemain," ujar Deden usai laga.
Deden juga menambahkan bahwa bermain dengan 10 orang memberikan tekanan mental yang besar bagi para pemain muda tersebut. Ia menilai psikologi pemain sempat terganggu akibat tekanan di lapangan.
Menatap laga selanjutnya, Deden menekankan pentingnya ketenangan mental bagi timnya. Ia berharap para pemain tidak terdistraksi oleh faktor eksternal di lapangan.
"Evaluasinya mungkin lebih sabar lagi," pungkasnya.