BEKASI – Pertandingan sengit tersaji dalam lanjutan EPA Championship U19 2026 Grup A yang mempertemukan PSS Sleman U19 melawan PSPS Pekanbaru U19 di Lapangan 1 Akademi Sepak bola Garudayaksa, Sabtu (4/4). Meski sempat membalikkan keadaan, PSPS U19 harus menyerah dengan skor tipis 3-2 setelah terkena kebobolan di menit-menit akhir pertandingan.
PSS Sleman U19 membuka keunggulan lebih dulu lewat gol Albert Theo Wicaksono pada menit ke-25. Namun, PSPS U19 menunjukkan mental petarung dengan membalas dua gol melalui Radittia Agustin yang mencetak brace pada menit ke-50 dan ke-66.
Petaka bagi PSPS U19 dimulai saat intensitas pertandingan meningkat. PSS U19 berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Laudzaky Iqbal Hakim pada menit ke-80. Hanya berselang beberapa saat, PSS U19 mengunci kemenangan melalui gol penutup yang memastikan skor berakhir 3-2 untuk keunggulan tim Elang Jawa Muda.
Ditemui usai laga, Pelatih Kepala PSPS U19, Roffy Wikongsinarjo, mengungkapkan kekecewaannya terhadap konsentrasi pemain di lini belakang. Meski timnya sempat unggul jumlah pemain dan menguasai jalannya laga, kelengahan dalam mengantisipasi serangan balik menjadi kunci kekalahan mereka.
"Di belakang ini kurang fokus untuk bertahan ketika kena counter attack, nggak ada yang cover. Mereka asyik menikmati penyerangan sehingga ketika bertahan kurang fokus," ujar Roffy dalam sesi wawancara usai laga.
Selain faktor pertahanan, Roffy juga menyoroti efisiensi di lini depan yang dianggapnya masih kurang tajam dalam memaksimalkan peluang. Walaupun kalah secara hasil, Roffy mengaku cukup puas dengan implementasi skema permainan yang dijalankan anak asuhnya sepanjang 90 menit.
"Kalau permainan saya puas, mereka bisa menjalankan gameplay yang saya mau, cuma secara hasil mungkin kita belum dapat yang maksimal," tutupnya.